JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Cara Menghadapi Varian Omicron ala Pemkab Wonogiri, Tidak Diduga Ternyata ini Kuncinya

Omicron
Vaksin booster untuk lansia di Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebagaimana diketahui saat kasus COVID-19 varian omicron terus saja mengganas. Pertanyaan sederhananya, bagaimana langkah atau cara menghadapi omicron ini?

Soal ini Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek menegaskan, agar tidak terjadi ledakan kasus utamanya akibat varian omicron, pihaknya memilih strategi dimana pemerintah dan masyarakat bisa saling mengingatkan. Utamanya saat ada agenda pemerintah baik secara langsung maupun agenda yang dilakukan secara virtual.

Pada medio 2021 lalu, berbagai daerah termasuk Wonogiri mengalami lonjakan kasus Corona yang signifikan. Hal itu mengakibatkan rumah sakit padat. Adanya peningkatan kasus omicron nasional yang akhir-akhir ini terjadi pun patut diwaspadai.

Bupati mengatakan rumah sakit adalah fasilitas yang tidak bisa dipersiapkan secara spontan. Karena itu Satgas Penanganan COVID-19 Wonogiri sesuai petunjuk dari pusat juga membangun koneksivitas dan sinergitas dengan rumah sakit yang ada.

Baca Juga :  Breaking News : Semua Pasar Hewan di Wonogiri Ditutup 2 Minggu Buntut Temuan 13 Sapi Terkena PMK

“Wonogiri sudah menyiapkan sembilan rumah sakit yang itu nanti jadi pusat rujukan penanganan COVID-19. Kalau ditanya persiapannya apa, kita antisipasi sedini mungkin,” kata Jekek yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Wonogiri itu, Senin (17/1/2022).

Pihaknya juga sudah melakukan evaluasi dimana Juli 2021 lalu rumah sakit yang ada padat pasien dan angka penambahan kasus cukup tinggi. Mengantisipasi hal yang sama, Bupati meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri untuk melakukan persiapan melakukan fungsi koordinasi agar seluruh pihak terkait bisa mempersiapkan diri.

Baca Juga :  Suhu di Arab Bisa Capai 50 Derajat, Jemaah Haji Indonesia Diminta Siapkan Hal ini

“Semuanya dalam kondisi siap siaga. Anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga) juga sudah kita siapkan. BTT kita tahun ini sekitar Rp 28 miliar sampai Rp 29 miliar,” jelas dia.

Jekek juga memastikan pihaknya dalam kondisi siap siaga usai pusat mengeluarkan prediksi puncak kasus varian omicron terjadi di Februari-Maret. Fasilitas kesehatan (faskes) saat ini juga sudah siap. Relawan hingga jajaran Forkompimda juga bersinergi.

“Bahkan saat ini kita juga optimalkan vaksinasi booster untuk lansia. Ini harus kita lihat sebagai upaya yang terintegrasi. Itu sebuah fakta bahwa kita melakukan kesiapsiagaan,” kata Jekek.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua