JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Papua Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, 7 Warga Tewas. Ratusan Personel Polisi Diterjunkan Bantu Evakuasi

Aparat kepolisian Polda Papua saat diterjunkan membantu evakuasi warga di lokasi banjir bandang Jayapura, Papua. Foto/Humas Polri

JAYAPURA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Jayapura, Papua. Akibat kejadian itu, 7 warga meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka.

Polda Papua pun langsung menurunkan sebanyak 380 personel yang terdiri dari Satbrimon, Samapta dan Polairud untuk membantu Polres Jayapura dan Jayapura Kota.

Ratusan personel itu dikerahkan untuk melalukan penanganan banjir dan longsor yang terjadi di kota tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, Kapolda Papua Irjen Pol Mathias D Fakhiri memimpin langsung para personel menuju lokasi titik banjir dan longsor, untuk selanjutnya melakukan evakuasi atau pertolongan kepada para korban.

Baca Juga :  Terkuak, Penyebab Tewasnya Mahasiswi Cantik di Apartemen Cipulir. Polisi Ungkap Hasil Otopsi Bukan Overdosis Tapi Karena Sesuatu di Pantat

“Para personel melakukan penanganan secara terpadu dengan instansi terkait pada titik terjadinya longsor, pohon tumbang dan terdapat material akibat longsor di jalan raya dan pembersihan saluran Irigasi/drainase atau got yang menyumbat aliran air,” kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/1/2022).

Selain Kapolda, kata Kamal, para pejabat utama Polda Papua dilibatkan langsung untuk turun ke lapangan memimpin proses penanganan bencana alam banjir dan longsor.

Baca Juga :  Pria Ini Lagi Diburu Polisi, Perbuatannya Biadab kepada Istri, Anak dan Mertuanya

Para personel yang diturunkan juga melakukan patroli untuk mengecek perkembangan sekaligus memonitor bertambahnya korban jiwa.

Kemudian memberikan imbauan kepada masyarakat untuk waspada adanya curah hujan lanjutan yang cukup deras.

Kamal menambahkan, rapat koordinasi juga sudah dilakukan bersama dengan forkopimda Kota Jayapura.

Hasilnya jajaran forkopimda mendirikan tempat penampungan untuk pengungsi yang berpusat di Balai Diklat Sosial Tanah Hitam.

Surat Keputusan (SK) status tanggap darurat juga akan segera dibuat oleh Wali Kota Jayapura.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua