JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pasca Popularitas Desa Berjo, Karanganyar, Mulai Muncul Konflik Lokal. Sejumlah Warga Gugat Akses Jalan Wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda

Masyarakat penyelamat Berjo (MPB) bersama kuasa hukum akan menggugat soal tanah wakaf akses jalan wisata air terjun Jumog / Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Seiring melambungnya Desa Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jateng sebagai desa kaya dengan Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp 8 miliar per tahun, kini disusul muncul konflik lokal.

Kali ini, sejumlah warga Berjo yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Berjo (MPB) menggugat soal 14 bidang tanah yang diwakafkan untuk akses jalan wisata air terjun Jumog.

Tokoh desa Berjo, Agung Sutrisno bersamankuasa hukum siap melawan gugatan MPB / Foto: Beni Indra

Melalui kuasa hukumnya dari kantor Kusumo Putro And Partners Solo, MPB mengajukan somasi kepada Pemerintahan Desa (Pemdes) Berjo guna menyelesaikan kejelasan 14 bidang tanah bersertifikat yang sejak tahun 2010 hingga sekarang dipakai untuk akses jalan masuk menuju objek wisata air terjun Jumog.

Baca Juga :  Kangen Gethuk dan Jadah Oleh-oleh Khas Karangpandan, Wisatawan Klaten Terpeleset dari Bus di Makuthoromo

“Iya kami diberi kuasa oleh 3 orang ahli waris pemilik tanah yang tanahnya dipakai untuk akses jalan air terjun Jumog padahal mereka tidak pernah secara resmi mewakafkan tanah tersebut untuk akses jalan masuk objek wisata tersebut,” ungkap Kusumo Putro pada konferensi pers, Jumat (14/1/2022).

Kusumo, panggilan akrabnya menegaskan pihaknya sudah melayangkan somasi perihal kasus tersebut kepada Pemdes Berjo sejak seminggu lalu namun tidak ditanggapi.

Baca Juga :  DPRD Karanganyar Cium Modus Akal-akalan Perusahaan Mau Buang Buruh. Diduga Sengaja Ciptakan Kondisi Agar Karyawan Nggak Betah dan Mundur Alon-Alon

Untuk itu,  Kusumo memberikan deadline kepada Pemdes Berjo segera memberikan jawaban,  pasalnya jika tidak ditanggapi maka gugatan hukum segera dilakukan secepatnya.

Adapun tuntutan MPB sederhana,  yakni agar Pemdes Berjo merespon aspirasi untuk win-win solution atas tanah yang menurut warga sudah diserobot tersebut.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua