JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Polisi Ungkap Dokter Bedah Palsu asal Sragen Terima 16 Kali Aliran Uang dari Korban. Ada 10 Kali Tanpa Kuitansi, Berikut Rinciannya!

Kapolres Sukoharjo saat menginterogasi dokter gadungan pelaku penipuan CPNS. Foto/Wardoyo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dokter gadungan asal Sragen yang terseret kasus percaloan CPNS di Sukoharjo kembali memunculkan fakta baru.

Dokter palsu bernama Priyono Broto Atmojo alias Dr Aji (47) itu ternyata sempat menerima 16 kali aliran uang dari korbannya.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan dari hasil penyelidikan, pria kelahiran Dukuh Puro RT 037/10, Desa Karangmalang, Kecamatan Karangmalang, Sragen itu awalnya mematok tarif murah meriah hanya Rp 75 juta untuk bisa lolos menjadi CPNS di RSUD Sukoharjo.

Namun pelaku berdalih korban tidak perlu membayar semua tarif melainkan hanya biaya administrasi yang kecil saja senilai total Rp 5 juta.

Uang Rp 5 juta itu diterima oleh pelaku sebanyak 16 kali. Sepuluh kali diketahui tanpa kuitansi dan 6 sisanya diberi kuitansi.

Baca Juga :  Baru Pertama Tampil, Bonsai Sancang milik Pengusaha Properti Jatim Langsung Borong 4 Gelar Juara di Kontes Bonsai Piala Bupati Sragen

Namun setelah uang diberi, ternyata janji yang ditawarkan bohong belaka sehingga korban terpaksa melapor ke polisi.

Kapolres menguraikan di hadapan korban, awalnya pelaku mengaku sebagai seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang praktik di Jebres.

“Kasus penipuan ini berawal saat pelaku datang ke rumah korban (Aditya) bersama teman perempuannya. Kebetulan, ibu korban yang merupakan warga Sukoharjo ini, teman dari tersangka,” terang Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Di rumah tersebut, lanjut Kapolres, teman pelaku yang bernama Suyamti mengenalkan bahwa tersangka adalah seorang dokter spesialis bedah dan kandungan yang praktik di Jebres, Solo.

Berawal dari perkenalan tersebut, suatu ketika tersangka datang sendiri ke rumah korban. Di sana pelaku menawarkan pekerjaan pada Aditya untuk menjadi PNS di lingkup RSUD Sukoharjo.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi, Pemkab Sragen Berlakukan Pemutihan Denda Tunggakan PBB. Buruan Waktu Terbatas!

Korban yang mendengar tawaran tersebut tertarik dan pelaku menyampaikan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Pelaku juga sempat menyebutkan bahwa biaya untuk itu sebesar Rp 75 juta.

“Tetapi pelaku tidak meminta semuanya. Dia hanya minta korban membayar administrasi yang kecil-kecil dulu. Mulai dari Rp 250 ribu, Rp 350 ribu dan ditotal semuanya mencapai Rp 5 jutaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, guna meyakinkan korban, pelaku bahkan sempat menyerahkan kain kepada korban yang nantinya akan digunakan sebagai seragam saat dinas di RSUD.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua