JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Potensi Pelanggaran Isi Siaran di Jateng Masih Tinggi Sepanjang 2021. Perlu Penyempurnaan Regulasi

 

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM —Pemantauan isi siaran oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menunjukkan potensi pelanggaran isi siaran di televisi dan radio masih tinggi. Sepanjang tahun 2021, terdapat 1.534 temuan potensi pelanggaran. Temuan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2020 sebanyak 1.410 temuan.

Persebaran temuan tiap bulan menunjukkan jumlah yang fluktuatif, namun jika dilihat dari perspektif kategori temuan, menunjukkan beberapa jenis temuan yang dominan, yaitu kategori perlindungan anak dan kekerasan.

Baca Juga :  Bengkel Variasi Motor Pati Terbakar Hebat, Harta Rp 2 Miliar Hangus Dalam Sekejap

Beberapa temuan kategori anak misalnya muatan kekerasan, seksualitas, dan mistik pada jam siar anak; pemberitaan tentang Anak sebagai pelaku dan korban kriminalitas tidak disamarkan identitasnya; adegan berbahaya yang diperankan oleh anak; dan program dewasa yang melibatkan anak.

Adegan kekerasan banyak muncul dalam bentuk kata-kata kasar dan perundungan, perilaku penindasan di tayangan fiksi, dan liputan peristiwa kekerasan yang pengambilan gambarnya terlalu vulgar dalam siaran jurnalistik.

Baca Juga :  Alumni Planologi Undip dan Departemen PWK Undip Gelar Seminar Internasional tentang Ibukota Nusantara

Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Ari Yusmindarsih, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan menjadi dasar dalam memberikan pembinaan bagi lembaga penyiaran. “Banyaknya temuan tidak selalu bisa sampaikan teguran satu per satu. Kita tekankan perbaikan secara umum agar siaran lebih edukatif dan ramah anak,” tegasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua