JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usai Dilantik, 2 Perangkat Desa Terpilih di Gemantar Sragen Dilaporkan ke Polisi. Dugaannya Terindikasi Melakukan Ini!

Dua perangkat desa terpilih hasil seleksi penjaringan penyaringan di Desa Gemantar, Mondokan saat berpose bersama ketika dilantik menjadi perangkat desa meski akhirnya dilaporkan ke Polres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua perangkat desa terpilih di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan, dilaporkan ke Polres Sragen.

Keduanya dilaporkan atas dugaan menggunakan sertifikat pendidikan non formal palsu alias tidak melalui proses pendidikan sebenarnya.

Kedua perangkat terpilih itu masing-masing berinisial TY, yang terpilih menduduki jabatan Kaur Perencanaan dan ENH yang terpilih sebagai Kebayan atau Kadus.

Keduanya terpilih dari proses seleksi penjaringan penyaringan yang digelar panitia desa setempat Desember 2021 silam.

Laporan ke Polres dilakukan oleh salah satu tokoh di desa setempat, sejak dua bulan silam pasca hasil seleksi Perdes diumumkan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, laporan didasarkan atas indikasi pemakaian sertifikat yang diduga tidak melalui proses semestinya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Motor VS Motor di Sambungmacan Malam Ini, Satu Pria Tewas di Lokasi, Satu Remaja Putri Dilarikan ke RSUD

“Kami mencurigai, dua peserta terpilih itu menggunakan sertifikat kompetensi non formal yang diduga asli tapi palsu. Dua-duanya, sertifikat yang terindikasi aspal itu kurus bahasa Inggris dari LPK dan TOEFL,” papar S, salah satu tokoh pelapor kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (26/2/2022).

Ia mengatakan laporan didasarkan atas informasi yang disampaikan sejumlah peserta lain.

Sebab para peserta juga sempat ditawari oleh oknum jika ingin menggunakan sertifikat yang asalnya sama namun sebagian menolak.

“Atas dasar itulah, kami menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres. Biar nanti proses hukum yang membuktikan. Kami hanya ingin menegakkan aturan. Jika perangkat desa yang jadi abdi masyarakat terpilih dengan proses yang tidak benar, bagaimana akan bisa bekerja dengan baik. Laporan kami sudah dua bulan lalu dan kami sudah beberapa kali diperiksa untuk dimintai keterangan oleh penyidik,” urainya.

Baca Juga :  Gara-Gara Petaka LSD, 2 Investor Kakap Asal Korea Balik Kanan dari Sragen Tak Kembali Lagi

Ia berharap agar kasus tersebut bisa diusut tuntas oleh kepolisian. Jika nantinya kedua peserta terbukti menggunakan sertifikat tidak sesuai prosedur, maka bisa diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Terpisah, Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mewakili Kapolres AKBP Yuswanto Ardi membenarkan laporan dugaan penggunaan sertifikat palsu oleh peserta seleksi Perdes di Gemantar Mondokan tersebut.

Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan oleh penyidik. Salah satu penyidik di Satuan Reskrim mengatakan, saat ini penanganan laporan tersebut masih berjalan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua