JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pajak PPN Naik, Pengamat Sebut Ada 115 Juta Warga Kelas Menengah Berpotensi Turun Jadi Miskin

Ilustrasi kemiskinan

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keputusan pemerintah menaikkan besaran tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen per 1 April 2022, dinilai bakal berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Tak hanya menambah beban baru bagi masyarakat dan pelaku usaha, kebijakan itu diprediksi bakal meningkatkan angka kemiskinan.

Diprediksi ada 115 juta masyarakat kelompok ekonomi menengah berpotensi turun jadi kelompok miskin akibat serentetan kebijakan kenaikan komoditas dan pajak itu.

Hal itu disampaikan Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara.

Baca Juga :  Bom Bunuh Diri Koyak Polsek Astanaanyar, Bandung. 1 Tewas dan 3 Polisi Luka-luka

Ia mengatakan kenaikan tarif PPN akan berdampak ke perubahan harga barang dan jasa.

Selain yang dikecualikan, semua harga yang merupakan objek PPN bakal meningkat.

“PPN ini dampaknya cukup luas karena hampir semua jenis barang, kecuali bahan sembako. Tapi lainnya elektronik, pulsa, adsense, iklan sosial media, barang elektronik, komponen otomotif, kosmetik. Semua yang jadi objek PPN akan naik,” ujar Bhima, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga :  BI Bakal Segera Gulirkan Rupiah Digital, Ini 3 Alasannya

Bhima menyebut dari sisi momentum, kenaikan PPN–meski hanya 1 persen dari sebelumnya 10 persen–akan memberatkan masyarakat kelas menengah.

Sebab penyesuaian tarif anyar pajak berbarengan dengan kenaikan harga BBM non-subsidi dan kebutuhan pokok seperti minyak goreng.

Imbas dari semua itu, ia menyebut ada 115 juta masyarakat yang berada di kelompok kelas menengah akan berpotensi turun menjadi orang miskin baru.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com