JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Sudah Gerogoti Uang Calon Isteri, Saat Menikah Pria Ini Malah Kabur

Ilustrasi cincin pernikahan. Pixabay

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Berawal dari dunia maya akhirnya calon suami yang satu ini benar-benar maya, alias menghilang dan meninggalkan kerugiaan hingga ratusan juta rupiah bagi pengantin perempuan.

Kisah memilukan ini terjadi di Kota Magelang, Jawa Tengah, di mana Mulyani Sanjoyo (43) alias KDA, pria asal Semarang tega menipu calon isterinya sendiri.

Sementara perempuan nahas yang menjadi korbannya bernisial TH, warga Kota Magelang. Akibat ulah pelaku, wanita 34 tahun itu mengalami kerugian hingga Rp 461.850.000.

Kapolres Kota Magelang, AKBP Yolanda Evallyn Sebayang menjelaskan, korban TH dan tersangka KDA sudah berkenalan selama satu tahun.

Baca Juga :  Ngeri, Mayat Tanpa Identitas Tersangkut Disungai, Tubuhnya Nyaris Habis Tercabik-cabik Dimakan Biawak

“Berkenalan lewat aplikasi chat, Tinder sejak Juni 2018. Tersangka dan korban saling chatting. Kemudian saling bertukar nomor Whatsapps dan komunikasi Via Whatsapps,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Polresta Magelang, Kamis (7/4/2022).

Selanjutnya, tersangka juga mengajak korban untuk bertemu di Hotel Semarang. Saat berada di hotel itulah, pelaku meminta korban untuk menjadi pacarnya.

Korban pun bersedia. Setelah sebulan berpacaran itulah, ternyata tersangka banyak menyampaikan keluhan dan sering curhat, yang ujung-ujungnya ke masalah keuangan.

Misalnya, tersangka menyampaikan kepada korban tidak bisa makan dan selalu ditagih debt collector.

Tak hanya itu, tersangka juga mengeluh kepada korban kalau ibu tersangka sakit tidak bisa berobat dan mengeluh tidak punya biaya untuk operasi mamah tersangka.

Baca Juga :  Truk Sarat Elpiji dan Pikap Adu Banteng di Surabaya, 1 tewas, 1 Patah Kaki

“Selanjutnya tersangka meminta sejumlah uang kepada korban yang nantinya apabila tersangka sudah bekerja akan dikembalikan. Kemudian korban menyerahkan uang yang tersangka minta, berulang kali,” tuturnya.

Kemudian pada 2019, tersangka datang ke rumah korban dengan maksud untuk silaturahmi kepada orang tua khususnya ke ibu korban.

Untuk meminta izin membawa hubungan tersangka dan korban kearah yang serius atau ke jenjang pernikahan.

“Orang tua korban pun menyetujui apa yang jadi maksud tersangka,”tuturnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua