JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Siswi SD Diperkosa Massal 3 Pelajar SMP dan Guru Silat, Kapolres Sragen Pastikan Segera Bergerak. Pernah Ungkap Kasus Eksploitasi 305 Anak

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama bersama istri saat mendapat sambutan di hari pertama menjabat sebagai Kapolres Sragen, Minggu (15/5/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Barusaja resmi mengemban jabatan baru sebagai Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama ketiban sampur kasus besar nan pelik, yakni dugaan perkosaan berjemaah siswi SD oleh 3 pelajar SMP dan oknum guru silat.

Sudah hampir dua tahun kasus itu mengambang tanpa kejelasan di kepolisian dengan dalih masih berkutat mencari saksi dan bukti kuat.

Lantas bagaimana respon AKBP Piter yang pernah punya track record mentereng membongkar kasus eksploitasi seksual dengan korban 305 anak saat di Polsek Menteng, Polda Metro Jaya 2020 silam.

“Saya sudah menerima informasi dari Kasat Reskrim mengenai perkara tersebut. Memang di Polda Metro Jaya kemarin memang berkecimpung di bidang itu. Kejahatan terhadap anak dan perempuan di bawah umur dan kelompok rentan itu menjadi fokus. Nah di sini ada perkara itu segera mungkin nanti akan kita kumpulkan jajaran Reskrim,” paparnya kepada wartawan kemarin.

Baca Juga :  Keras, Kapolda Jateng Sebut Anggota yang Bekingi Kegiatan Melanggar Hukum Dicap Pengkhianat. "Jangan Halalkan Segala Cara!"

Kapolres mengungkapkan pihaknya akan segera menelisik fakta kasus itu seperti apa. Kemudian mendalami sejauh mana nilai- nilai pembuktian dari bahan-bahan yang sudah dikumpulkan oleh penyidik.

“Kita akan diskusi terkait langkah-langkah lain untuk bisa menampilkan bukti-bukti lebih akurat lagi,” tandasnya.

Kisah tragis W (9) itu terjadi pada akhir 2020 silam. Menurut keterangan orangtuanya, D, putrinya pertama kali diperkosa oleh oknum guru silat berinisial S (38) yang masih tetangga desa pada 10 November 2020.

Saat itu putrinya mengaku diperkosa di sebuah rumah kosong. Dari informasi yang didapat, S sempat mengajak W untuk menonton video porno dan setelah itu korban diperkosa oleh S.

D menjelaskan bahwa saat kejadian, putri kecilnya itu tak bisa melawan lantaran kedua tangannya diangkat.

Baca Juga :  Taklukkan Tim PKC, Regu Tenis Polres Sragen Juarai Bhayangkara Cup 2022. Jadi Kebangkitan Usai 2 Tahun Pandemi

“Bagian ulu hati anak saya juga digencet oleh si pelaku. Bahkan pelaku mengancam akan memukul korban jika menceritakan kejadian ini kepada siapa pun,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Pelaku kemudian membuang celana dalam korban ke kakus. Lantas korban pulang dengan keadaan tidak memakai celana dalam.

Tak cukup sampai di situ. Sebulan berselang, W ternyata juga menjadi korban nafsu bejat 3 siswi SMP asal Sukodono.

Tragisnya lagi, aksi perkosaan dilakukan di sebuah kamar mandi balai desa. W diperkosa oleh 3 siswa SMP dan melibatkan seorang siswi SMP berinisial P.

Aksi biadab tersebut terjadi pada 12 Desember 2020 sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, awalnya W diajak oleh temannya bernama P (14) seorang siswi kelas IX untuk bermain di balai desa.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua