JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Masa Penahanan Bupati Bogor  Ade Yasin dan 7 Tersangka Lainnya Diperpanjang 40 Hari

Ketua KPK, Firli Bahuri bersama Juru Bicara KPK, Ali Fikri menunjukkan barang bukti uang tunai dalam OTT Bupati Bogor Ade Yasin di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dinihari / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Untuk kebutuna proses penyidikan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Bogor Ade Yasin selama 40 hari.

Demikian diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Juru bicara KPK, Ali.

“Perpanjangan penahanan ini dalam rangka untuk pengumpulan alat bukti di antaranya penjadwalan pemanggilan saksi-saksi, sehingga menjadi lebih jelas dan terang perbuatan para tersangka dimaksud,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Dia mengatakan, perpanjangan masa penahanan terhitung mulai 17 Mei 2022 sampai 25 Juni 2022. Selain Ade Yasin, ada tujuh orang lainnya yang masa penahanannya juga  diperpanjang.

Baca Juga :  Selamat Jalan Buya Syafii, Semoga Benih Toleransi Kau Tanamkan Terus Bertumbuh

“AY (Ade Yasin) ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya. MA ditahan di rutan KPK pada Kavling C1, IA ditahan di rutan KPK pada Kavling C1, dan RT ditahan di rutan pada Gedung Merah Putih,” ungkapnya.

Selain itu, ATM ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur dan AM ditahan di rutan pada Gedung Merah Putih. Serta HNRK ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur dan GGTR ditahan di rutan KPK pada Pomdam Jaya Guntur.

Diketahui,  KPK juga memanggil enam saksi dalam penyelidikan kasus yang melibatkan Ade Yasin. Mereka adalah Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bogor Andri Hadian, Subkoordinator Pelaporan Dinas BPKAD Hanny Lesmanawaty, Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor Tahun 2019-sekarang Ruli Fathurahman.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Prof Fahmi Idris Seorang Aktivis dan Pekerja Keras yang Bisa Masuk Semua Kalangan

Kemudian PNS/Kasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Desirwan, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya, dan Inspektur/mantan Kepala BPKAD 2019-2021 Ade Jaya.

“Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021 untuk tersangka AY,” lanjut Ali.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua