JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sedih Merasa Dikorbankan, Bu Guru Suwarti Kekeh Takkan Kembalikan Gaji. “2 Tahun Saya Ngajar Pak, Tidak Duduk Manis!”

Bu Guru Suwarti saat menunjukkan surat pengangkatan SK PNS sebagai guru dan ijazahnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suwarti (60), pensiunan guru agama SD asal Sambirejo Sragen bersikukuh tidak akan mengembalikan gaji yang diterimanya dua tahun terakhir sebelum pensiun.

Selain keberatan, penolakannya mengembalikan gaji sebesar Rp 93 juta itu juga karena menilai putusan Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak adil baginya.

“Saya sedih dengar itu, saya tetap tidak bisa menerima kalau BKN tetap menganggap saya tenaga administrasi yang pensiun 58 tahun. Lha saya dari awal diangkat CPNS, SK saya guru, ijazah saya guru, pangkat saya 2B juga guru, selama 35 tahun sampai saya diberhentikan saya juga mengajar. Makanya saya tidak akan bayar. Karena saya nggak bersalah kenapa saya harus dikorbankan untuk mengakui saya tenaga administrasi,” paparnya ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (9/6/2022).

Selain semua data dan berkasnya tercatat sebagai PNS guru, selama 2 tahun terakhir sebelum pensiun, dirinya juga benar-benar menjalankan tugas mengajar.

Ketika kemudian muncul ijazahnya dianggap tidak bisa diproses di BKN dan dirinya diputuskan pensiunnya di usia 58 tahun, hal itu terjadi bukan kesalahannya.

Baca Juga :  Innalillahi, Satu Penumpang Helikopter yang Hilang di Belitung Ternyata Berasal dari Miri Sragen. Bernama Aipda Joko

Sehingga dua tahun gaji yang diterimanya di usia 59 dan 60 diminta dikembalikan, ia menilai hal itu sangat tidak beralasan.

Terlebih tidak pernah ada pemberitahuan dari Disdikbud maupun BKPSDM Sragen saat dirinya usia 58 tahun.

“Saya 2 tahun itu ngajar Pak setiap hari. Nggak duduk manis. Karena gaji dibayar ya saya terima. Sebelumnya juga tak pernah diberitahu atau diminta mengajukan pensiun di usia 58 tahun. Kalau kemudian pas pensiun usia 60 tahun tiba-tiba dikabar suruh ngembalikan gaji 2 tahun, ya saya nggak mau,” tuturnya.

Suwarti mengisahkan dirinya diangkat CPNS tahun 2014. Sebelumnya ia berstatus honorer K1 yang sudah mengabdi 28 tahun.

Sejak diangkat CPNS dan menerima SK PNS, dirinya diangkat sebagai guru. Ijazah sarjana yang ia ajukan untuk penyesuaian sesaat setelah diangkat CPNS pun juga ijazah sarjana pendidikan agama Islam yang linier dengan mapel yang diajarkan.

Baca Juga :  Sosok Kompol Sukmawati, Polwan Polres Sragen yang Mendunia Lewat Prestasi Menembak

Ia mengajar sampai dirinya berusia 60 tahun dan menerima SK pensiun 26 April 2021 lalu.

Saat hendak mengurus pengajuan tunjangan pensiun, dirinya malah diberitahu bahwa tidak berhak mendapat pensiun karena bukan masuk kategori guru dan pensiunnya di usia 58 tahun.

Padahal realitanya dirinya telah mengajar dan baru di usia 60 tahun diberhentikan.

“Dari pegawai BKD (BKPSDM) katanya saya tidak punya ijazah S1 dan tidak punya SK jabatan fungsional guru. Padahal itu semua saya punya, SK jabatan fungsional guru, sertifikasi pendidik saya juga punya. Tapi sudah 3 kali saya ajukan ke BKPSDM, selalu ditolak,” urainya.

Karenanya ia tetap akan berjuang mencari keadilan. Ia hanya berharap bisa mendapatkan hak sebagai guru yang pensiunnya di usia 60 tahun dan mendapatkan tunjangan pensiun.

“Lha ini sudah saya katanya nggak dapat tunjangan pensiun. Malah disuruh balikkan gaji 2 tahun. Di mana keadilannya Pak,” ujarnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com