JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sejarah, Bupati Sragen Kali Pertama Ikut Cuci Slambu di Makam Gunung Kemukus. Berharap Bisa Go Internasional!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menjalani prosesi pencucian Larap Slambu makam Pangean Samudera di Gunung Kemukus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk kali pertama mengikuti bagian prosesi ritual pencucian kelambu, yang dilaksanakan Sabtu (30/7/2022) mulai pukul 09.00 WIB.

Bahkan orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu ikut mencuci Slambu penutup makam Pangeran Samudera tersebut.

Momen itu menjadi sejarah karena baru kali pertama Bupati ikut mencuci Slambu sejak memimpin Sragen tahun 2016.

Pencurian dilakukan melalui prosesi jamasan di enam tempat air yang telah disiapkan. Enam tempat itu digunakan untuk membilas kelambu makam Pangeran Samudera.

Baca Juga :  Waspada Hoax Pasca Pemilu 2024, Cek Sumber Informasi dan Jangan Mudah Percaya dengan Foto dan Video

Air tersebut berasal dari sejumlah sendang dan mata air tua. Air sisa bilasan itulah yang diperebutkan dan dinanti pengunjung.

Warga dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Bandung, Sumedang, Sukabumi, Serang, hingga Sumatera, berkumpul untuk berebut air jamasan.

Bupati Yuni mengaku sengaja ikut serta dalam ritual karena ingin meneguhkan ke masyarakat bahwa rebranding New Kemukus berhasil.

Ia ingin menunjukkan jika dirinya tak ragu-ragu untuk mengenalkan Gunung Kemukus dengan stigma yang baru.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan budaya ini membawa Gunung Kemukus go internasional karena New Kemukus bukan lagi wisata negatif, melainkan wisata yang positif,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Anak Dhuafa di Gemolong Tersenyum Bahagia Berkat DPAD OSIS SMA Negeri 1 Gemolong

Bahkan Bupati juga akan berkoordinasi dengan Badan Otoritas Borobudur (BOB) untuk memasukan ritual pencucian kelambu setiap 1 Sura masuk dalam calender event di BOB.

“Semoga tahun depan acara serupa bisa dikemas lebih menarik lagi sehingga bisa mendatangkan pengunjung yang lebih banyak lagi,” harap Bupati.

Penanggung jawab Objek Wisata Gunung Kemukus, Suparno, menambahkan tradisi larap slambu ini merupakan budaya adiluhung yang perlu dilestarikan.

Semua prosesi tradisi ini merupakan wujud evaluasi diri, bahwa apa yang dilakukan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com