JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Sampai Gubernur, Berkas Kasus Tambang Ilegal di Masaran Disebut Siap Naik Kejaksaan. Korban Blak-Blakan Ungkap Pernah Dirayu Tersangka

Kondisi lahan bekas dikeruk Galian C di Gebang, Masaran yang kini memunculkan tebing membahayakan dan merusak lahan di sekitarnya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lama dinanti-nanti, berkas kasus dugaan penyimpangan penambangan tanpa izin di persawahan Dukuh Lebak, Desa Gebang, Masaran, Sragen disebut sudah lengkap.

Kabar terbaru, berkas perkara penambangan Galian C Ilegal yang digawangi pengusaha berinisial ANT (45) itu dikabarkan sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri.

“Dari informasi yang disampaikan penyidik (Reskrim Polres), berkas sudah lengkap dan siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri. Kami mengapresiasi dan berharap segera dilimpahkan dan disidangkan agar tuntas,” papar Sunarni (39) pelapor sekaligus pemilik sawah di sebelah lokasi penambangan yang menjadi korban, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (13/7/2022).

Baca Juga :  Dibongkar Banyak Pupuk Subsidi di Sragen Berkeliaran, Harga Dibanderol Mencekik Rp 200.000. Petani Curiga Pupuk dari Mana?

Ia sangat berharap perkara itu bisa segera naik ke persidangan. Kemudian tersangka sekaligus penanggungjawab galian C ilegal bisa diproses dan dihukum setimpal atas perbuatannya.

Sunarni menyampaikan akibat penambangan ilegal itu telah merusak sawahnya yang bersebelahan dengan lokasi tambang.

“Harapan kami bisa diproses seadil-adilnya. Biar menjadi pembelajaran, karena dari awal diperingatkan sudah tidak menggubris. Dampaknya sawah kami menjadi rusak, lingkungan juga rusak,” jelasnya.

Ia juga sempat menunjukkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan dari Polres Sragen.

Baca Juga :  Terpisah Sejak Bayi, Pembantu Asal Gunungkidul Nangis Sesenggukan Gendong Anaknya Sambil Peluk Erat Kapolresta Cirebon

Dalam SP2HP dicantumkan bahwa perkara Galian C ilegal itu memenuhi tindak pidana penambangan tanpa izin.

Tindakan itu melanggar Pasal 158 UU RI No 3/2020 tentang perubahan atas UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Pernah Dirayu 

Sunarni juga mengungkap pihaknya sempat didatangi oleh pengelola tambang atau tersangka dalam perkara ini.

Yang bersangkutan datang untuk merayunya agar mau diberi kompensasi sehingga proses hukum bisa dihentikan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com