JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terlalu Sering Maksiat, Pak Bayan di Sragen yang Viral Ini Akhirnya Dipecat

Bambang Irawan, Kadus di Desa Sambi, Sambirejo, Sragen yang 4 kali masuk penjara dan kini masih menjalani hukuman, diberhentikan dari jabatan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Satu orang perangkat desa yang menjabat sebagai kepala dusun (Kadus) atau bayan, akhirnya dipecat dari jabatannya.

Rentetan perbuatan tindak pidana yang dilakukannya berulangkali menjadi alasan Kadus itu tak lagi bisa ditoleransi.

Dia adalah Bambang Irawan (50), Pak Bayan di Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

Bambang kini masih mendekam di penjara LP Kelas II A Sragen untuk menjalani hukuman keempatnya akibat terjerat kasus narkoba. Saat ini ia menjalani 30 bulan hukuman dari vonis 4 tahun penjara.

Bambang yang beritanya sempat viral saat dibezuk sang istri kemarin, ternyata sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat alias dipecat.

Baca Juga :  Dibantu Rp 500 Juta dari CSR BRI, Masjid Yonif 408 Sragen Berubah Megah Sepulang Tugas dari Papua. Danyonif Sampai Sujud Syukur

Sejumlah perangkat di Desa Sambi menyebut Bambang diberhentikan tidak dengan hormat pada kurun 2016-2017 lalu.

Saat dikonfirmasi, Kades Sambi, Kresna Widya Permana membenarkan Bambang pernah tercatat menjabat sebagai Kadus di Desa Sambi.

Namun yang bersangkutan sudah diberhentikan sebelum dirinya menjabat sebagai Kades.

“Informasi yang saya dapat dari teman-teman perangkat, yang bersangkutan dulu diberhentikan dengan tidak hormat karena petunjuk Pak camat waktu itu. Sudah dinonaktifkan sejak tahun 2016-2017,” paparnya, Kamis (14/7/2022).

Kresna menguraikan dari keterangan perangkat desa, Bambang diberhentikan atas pertimbangan karena sudah berulangkali terjerat kasus pidana dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Baca Juga :  Usung Misi Tambah Kursi DPR, Demokrat Siapkan Perang Udara, Darat dan Gerilya

Yang bersangkutan juga dilengser karena perbuatan pidananya dilakukan berulangkali sehingga termasuk kategori seorang resedivis.

“Saya enggak tahu persis berapa kali masuk penjara. Dari informasi teman-teman perangkat memang lebih dari satu kali. Kasusnya setahu saya memang narkoba. Kalau ada kasus lain kami enggak tahu, karena kebetulan kasus itu sebelum saya masuk menjabat di Sambi,” jelasnya.

Saat ditemui ketika dibezuk sang istri di Lapas Sragen Rabu (6/7/2022), Bambang mengaku sudah hampir 30 bulan atau 2,5 tahun menghabiskan waktu di dalam jeruji besi Lapas Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com