JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Dampak Negatif Pergaulan Bebas

Wahyu Niko, Mahasiswa Unisri. Foto/Istimewa

KARANGANYAR-  Kegiatan KKN mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta kelompok 75 digelar di Desa Sugihwaras, Wonorejo,  Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Wahyu Niko sebagai mahasiswa KKN didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Efi Nikmatu Sholihah,SP, M.Sc. yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juli – 31 Agustus 2022.

Melaksanakan Sosialisasi di Desa Sugihwaras yang bertepatan tanggal 4 Agustus 2022. Tentang Dampak Negatif Pergaulan Bebas .

Faktor dampak negatif pergaulan bebas bermula dari remaja yang sering melihat video pornografi melalui ponsel dapat menimbulkan rasa penasaran serta untuk memuaskan nafsu sesaat.

Kasus remaja yang masih pacaran yang melakukan hubungan di luar nikah bersama pasangannya atau pacar dapat menimbulkan hal buruk bagi diri sendiri.

Baca Juga :  UIN Sunan Kalijaga Peringkat ke-16 PT Islam Terbaik di Dunia

Sebagai orang tua pentingnya untuk mengarahkan anak-anak yang mulai menginjak dewasa untuk melakukan kegiatan yang positif dengan melakukan kegiatan organisasi yang ada di lingkup sekolah ataupun universitas.

Selalu membatasi dan mengarahkan anak remaja dalam bermain media sosial.

Dampak remaja yang melakukan hubungan (seks bebas) di luar nikah, yang belum bisa memperhatikan masa subur reproduksi dapat mengakibatkan hamil di luar nikah.

Sosialisasi kenakalan remaja oleh mahasiswa KKN-T Unisri di Dusun Sugihwaras, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Foto/Istimewa

Hal ini akan membuat nama baik pribadi dan keluarga tercoreng buruk. Apabila seorang remaja (perempuan) hamil di luar nikah dan masih duduk di bangku sekolah yang hamil di luar nikah akan di keluarkan dari sekolah dan tidak dapat melanjutkan pendidikan formal sampai dengan selesai.

Baca Juga :  UIN Sunan Kalijaga Peringkat ke-16 PT Islam Terbaik di Dunia

Kasus yang terjadi bayi di aborsi atau yang baru lahirkan di buang oleh orang tuanya karena faktor ekonomi serta mental yang belum siap membangun rumah tangga, dan rela membuang bayi yang di kandung selama 9 bulan 10 hari.

Kasus pembuangan bayi  diantaranya adalah karena malu, bayi tersebut hasil dari hubungan di luar nikah, karena hasil dari perselingkuhan atau hubungan gelap, karena tidak ada pertanggungjawaban dari pihak lelaki.

Karena himpitan ekonomi, karena masalah kejiwaan pelaku, akibat adanya tekanan psikologis, dan kurangnya pengamalan dan pemahaman akan nilai-nilai agama yang dianut, dan lain-lain.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com