JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Tersangka Korupsi, Pejabat Perhutani KPH Surakarta Bakal Ditahan Selama 20 Hari. Ini 2 Alasan Penahanannya!

Mantan junior manajer bisnis Perum Perhutani KPH Surakarta, Yohanes Cahyono Adi atau YCA dikawal petugas Kejari Sragen usai ditetapkan tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana forum tani KPH Tangen Sragen senilai ratusan juta, Kamis (25/8/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Mantan pejabat Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Surakarta, Yohanes Cahyono Adi alias YCA (40) bakal ditahan selama 20 hari ke depan pasca ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Kamis (25/8/2022).

Yohanes yang sebelumnya menjabat sebagai Junior Manajer Bisnis itu ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dana forum tani dari pemanfaatan lahan Perum Perhutani oleh petani penggarap di wilayah Tangen Kabupaten Sragen tahun 2017 – 2020.

Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi mengatakan tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan. Terhitung mulai hari ini, Kamis (25/8/2022) sampai 13 September mendatang.

Baca Juga :  Parah, Bangunannya Mewah Bertingkat, Kios Pengusaha Tajir di Sragen Ini Ternyata 7 Tahun Nunggak

Penahanan dilakukan dalam tahap penyidikan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Jadi penahanan ini dalam tahap penyidikan. Tersangka akan ditahan selama 20 hari dari tanggal 25 Agustus sampai 13 september 2022,” paparnya kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Kejari, Kamis (25/8/2022).

Agung menjelaskan penahanan dilakukan atas pertimbangan dua alasan. Yakni alasan obyektif yaitu ancaman pidana lebih dari 5 tahun.

Baca Juga :  Kronologi Ibu di Sragen Tewas Digasak Truk, 2 Anak Kecilnya Masih Kritis

Alasan kedua adalah alasan subyektif yakni dikhawatirkan tersangka melarikan diri menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana.

“Ini masih menjunjung tinggi praduga tak bersalah juga. Yang bersangkutan ditahan 20 hari,” jelasnya.

Yohanes ditetapkan sebagai tersangka lantaran perbuatannya dinilai telah merugikan negera lebih dari Rp 100 juta.

Yohanes hadir di Kejari sejak pagi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Usai merampungkan administrasi, ia kemudian langsung digiring ke mobil tahanan kejaksaan untuk dititipkan ke Lapas Sragen.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com