JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasus Penganiayaan Ibu 3 Anak di Karangmalang, Terlapor Akui Khilaf dan Sudah 2 Kali Minta Maaf. Ungkap Motif Pemicunya, Ternyata..

Ilustrasi penganiayaan

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – SW (45), pria terlapor kasus penganiayaan tetangga, Suprapti (43) ibu tiga anak asal Dukuh Bunder RT 12/3, Desa Kedungwaduk, Karangmalang, menyatakan penyesalan atas tindakannya terhadap korban.

Mantan rekan usaha suami korban itu mengatakan sudah dua kali beritikad meminta maaf kepada korban, namun hingga kini belum direspon.

Hal itu disampaikan SW saat memberikan klarifikasi terkait insiden itu, Rabu (24/8/2022). Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , ia tak menampik memang sempat memukul korban.

Akan tetapi tindakan pemukulan itu hanya sebatas menampar ringan dan tidak sampai melakukan pemukulan keras hingga memakai batu seperti pengakuan korban.

Termasuk soal jilbab, ia menyebut jilbab hanya tertarik karena dorongannya namun tidak sampai lepas atau robek.

Baca Juga :  Teror Kawanan Macan Bikin Resah Warga Sragen dan Grobogan. Petugas Temukan Jejak

“Saya akui mukul dan saya memang salah. Tapi nggak sampai mukul beneran cuma saya dorong. Saat itu saya khilaf karena itu sudah puncak dari rentetan apa yang dilakukannya kepada kami,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (24/8/2022).

Ia menuturkan apa yang terjadi sebenarnya hanya salah paham. Sebagai tetangga ia hanya mencoba mengklarifikasi beberapa isu yang diumbar melalui status WA dan omongan ke tetangga.

Termasuk menyindir lewat status saat dirinya barusaja membeli mobil baru. Karena tak tahan banyak warga yang mengadukan omongan itu, pagi saat kejadian ia pun mendatangi korban untuk mengklarifikasi isu-isu yang bersumber dari korban.

“Saya dibilang beli mobil baru pakai uang orang. Saya tanya baik-baik mengapa nyebar omongan-omongan memfitnah keluarga saya, kalau ada masalah diselesaikan secara baik-baik. Dia malah mancing omongannya pakai nada tinggi. Sempat adu mulut, saya khilaf, saya dorong pakai tangan. Kalau dikatakan memukul membabi buta, itu ndak benar,” urainya.

Baca Juga :  Beredar Pesan Berantai Angka Laka Sragen 1.350 Perbulan No 2 se-Jateng. Begini Tanggapan Satlantas!

SW membeberkan sebelumnya memang pernah merintis usaha bersama suami korban di Papua. Kongsi usaha perabotan itu dijalankan bersama dengan modal mencari pinjaman Rp 200 juta di bank.

Seiring berjalannya waktu, pinjaman itu sudah diangsur bersama dan tinggal Rp 70 juta. Kemudian masih ada sisa dagangan senilai Rp 80 juta yang ditinggalkan dan kemudian diurusi adik ipar korban.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com