JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisruh Ujian Pilkades Banyurip, Sekda Sragen Tegaskan Demi Jaga Marwah Perbup. “Kalau Gagal Malu-Maluin Pemkab!”

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto saat memimpin hormat bendera dalam giat upacara dan apel pembinaan wawasan kebangsaan dan deradikalisasi di SMAN 1 Sumberlawang, Senin (10/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisruh jadwal ujian tambahan bagi 7 calon kepala desa (Kades) di Pilkades Banyurip, Kecamatan Sambungmacan yang mendadak dimajukan dua kali, akhirnya mendapat tanggapan dari Pemkab.

Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menegaskan keputusan memajukan jadwal ujian itu semata-mata untuk menjalankan amanah Peraturan Bupati (Perbup) No 20/2019 tentang Kepala Desa.

Di mana pada pasal 13 tentang Pemilihan Kepala Desa, dinyatakan bahwa 6 hari setelah berkas calon dinyatakan komplet, maka panitia desa harus sudah melaksanakan tes calon kepala desa.

Berdasarkan perhitungan, batas 6 hari (hari efektif kerja) untuk tahapan di Desa Banyurip, akan berakhir pada hari ini, Selasa (30/8/2022).

Sehingga jika tidak digelar ujian pada hari ini, maka tahapan Pilkades tidak akan bisa dilanjutkan dan harus ditunda lagi menunggu tahun depan.

“Kami tidak ada kepentingan apapun, kecuali menegakkan marwah Perbup 20/2019. Di pasal 13 sudah dijelaskan, 6 hari setelah berkas administrasi komplit, maka harus digelar tes untuk calon Kades. Karena batas akhir enam harinya hari ini (Selasa, 30/8/2022), apapun yang terjadi harus dilaksanakan tes. Makanya kemarin sore saya putuskan untuk digelar tes pada hari ini,” paparnya kepasa JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (30/8/2022).

Baca Juga :  Fenomena Padi Ngebrok, PLt Kadistan Sragen: Kejadian Heboh yang Nggak Heboh

Ihwal munculnya time schedule yang dua kali menjadwalkan tes beda tanggal, ia menyebut hal itu muncul karena adanya perbedaan persepsi terkait aturan di Perbup yang sempat muncul di internal panitia.

Namun dari hasil kajiannya dengan mendasarkan Perbup 20/2019 pasal 13, Tatag memastikan bahwa ujian tambahan di LPPM harus tetap digelar tanggal 30 Agustus hari ini.

Soal kecurigaan adanya indikasi jadwal ujian sengaja dimainkan atau dimajukan, ia tegas menampik.

“Pemkab nggak ada kepentingan apapun. Yang jelas kami hanya bagaimana sama-sama menjaga agar marwah peraturan bupati bisa dilaksanakan dengan baik. Sebab kalau sampai gagal digelar dan harus ditunda, itu preseden buruk bahwa pemerintah dianggap tidak bisa me-manage aturan yang sudah dibuat. Itulah mengapa secara mendadak mereka saya minta untuk melakukan kerjasama dengan AUB dan hari ini hari terakhir,” terangnya.

Baca Juga :  Istri Sandiaga Beli Batik Sutra Brotoseno Rp 15 Juta, Nyonya Erick Thohir Langsung Borong 20 Potong

Ia berpesan kepada panitia dan semua pihak tidak perlu khawatir terkait pelaksanaan tahapan di Pilkades Banyurip.

Sebab Pemkab akan komitmen berdiri tegak dan mengawal agar pelaksanaan Pilkades bisa berjalan sesuai tahapan dan Perbup maupun Perda.

“Bagaimanapun harus menghargai Perbup itu, apapun yang terjadi harus dilaksanakan tes. Karena kalau nggak bisa dijalankan, malu-maluin Pemda. Kami minta semua tidak perlu khawatir karena tidak ada yang salah,” jelasnya.

Perubahan Jadwal Diprotes 

Pernyataan Sekda itu untuk menjawab keresahan bakal calon Kades di Banyurip yang memprotes jadwal seleksi tambahan yakni ujian tertulis di LPPM pihak ketiga dirubah dua kali secara mendadak.

Jadwal ujian tambahan baru diumumkan Senin (29/8/2022) malam dan ujian mendadak harus dilaksanakan Selasa (30/8/2022) pagi ini.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com