JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menguak Detik ke Detik Pembunuhan Brigadir J. Dari Sambo Tawarkan Upah Rp 2 Miliar Hingga Putri Candrawathi Ganti Baju

Tangkapan layar rekan CCTV saat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi bersama ajudan dan asistennya, masuk ke rumah dinas di Duren 3 sesaat sebelum insiden pembunuhan Brigadir J di rumah itu. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim khusus Polri yang menangani kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J akan menggelar rekonstruksi di rumah dinas Ferdy Sambo.

Proses reka ulang pembunuhan terkeji sepanjang sejarah yang melibatkan jenderal bintang dua terhadap anak buahnya itu akan digelar Selasa (30/8/2022).

“Rencana pada hari Selasa, tanggal 30 Agustus akan dilaksanakan rekonstruksi di TKP Duren Tiga dengan menghadirkan seluruh tersangka lima orang, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus 340 subsider 338 juncto 55 dan 56,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dikutip Tempo.co, Jumat (26/8/2022).

Namun sebelum rekonstruksi digelar, tidak ada salahnya menguak kembali kasus pembunuhan yang terjadi di kediaman dinas Sambo di Duren Tiga itu.

Baca Juga :  Terungkap, Ibu Bunuh Anaknya Pakai Bongkahan Cor Setengah Meja. Kepala Dihantam 8 Kali Lalu Dicangkul

Dari temuan polisi dan rekaman CCTV yang akhirnya ditemukan, terbongkar rangkaian peristiwa yang terjadi menjelang detik-detik hingga terjadinya pembunuhan Brigadir J.

Berdasarkan rekaman CCTV ataupun keterangan yang dihimpun polisi, tragedi itu bermula ketika rombongan Putri Candrawathi bersama ajudannya pulang dari Magelang pada 8 Juli 2022 sore.

Setiba dari Magelang, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan para ajudannya, kecuali Brigadir Yosua, langsung bertemu dengan Ferdy Sambo di lantai tiga.

Di lantai atas itu, Ferdy yang diduga sudah dibakar amarah sejak dari Magelang, kemudian meminta kesediaan Ricky mengeksekusi Yosua.

Baca Juga :  Awas, Operasi Zebra Candi 2022 Dimulai Hari Ini. Ada 14 Poin Sasaran, Pak Polisi Ingat Tilang Pilihan Terakhir!

Namun Ricky menyatakan tak sanggup. Tugas keji itu kemudian beralih ke Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumia atau Bharada E.

Di lantai rumah itu pula, Ferdy Sambo diduga berjanji memberikan uang dolar setara Rp 1 miliar kepada Richard karena sudah membantunya mengeksekusi Yosua.

Sambo juga berjanji memberikan masing masing Rp 500 juta kepada Ricky dan Kuat Maruf.

“Uang tersebut akan diserahkan kalau penyelidikan kematian Yosua sudah dihentikan,” kata mantan pengacara Richard, Deolipa Yumara.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com