JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

KPK Sebut Laporan Indikasi Dugaan Korupsi Gibran dan Kaesang Masih Sumir

Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Kaesang Pangarep. Foto: Instagram/kaesangp

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, setelah diverifikasi, indikasi dugaan tindak pidana korupsi oleh Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep masih belum jelas. KPK telah melakukan verifikasi terkait laporan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan kedua putra Presiden Joko Widodo tersebut.

Sebelumnya KPK menerima laporan tersebut pada tanggal 10 Januari 2022. Selanjutnya KPK melakukan verifikasi kepada pelapor pada 26 Januari 2022.

“(Tanggal) 26 Januari 2022 kami sudah melakukan verifikasi. Sejauh ini indikasi tindak pidana korupsi yang dilaporkan masih sumir, tidak jelas,” ujar Ghufron, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga :  Berkas Lengkap, Nasib Hukuman Mati Ferdy Sambo Tinggal Menunggu Meja Hijau

Pelapor, kata dia, belum mempunyai informasi uraian fakta dugaan tindak pidana korupsi dan atau data pendukung terkait dengan penyalahgunaan wewenang dari penyelenggara negara terkait dugaan tindak pidana korupsi yang disampaikan. Laporan terhadap dua putra Presiden Joko Widodo tersebut belum dapat ditindaklanjuti lebih jauh. Sebab, jelas Ghufron, pihak pelapor belum memberikan data pendukung kepada KPK.

“KPK kemudian sudah menyampaikan untuk dikembangkan, tapi pelapor tidak memberikan data dukung yang bisa secara signifikan untuk kemudian kami tindaklanjuti lebih lanjut. Sehingga sampai saat ini pengaduannya masih diarsipkan karena memang tidak ada daya dukung lebih lanjut,” jelas dia.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Hilirisasi Picu Daya Saing untuk Topang  Peningkatan Ekonomi Nasional

Sebelumnya, kedua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan dilayangkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun pada Senin (10/1/2022).

Gibran dan Kaesang dilaporkan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ubedilah mengatakan, dugaan pidana tersebut berkaitan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) relasi bisnis dua anak Presiden Jokowi tersebut dengan salah satu perusahaan besar berinisial PT SM.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com