JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Punya Kelainan Seks, Kurir Paket di Sragen Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara!

Penampakan tersangka pencabulan anak, Ahmad Ismail (27) asal Sumberlawang sempat terekam CCTV saat melintas seusai melakukan pencabulan bocah berusia 9 tahun di Jono Tanon. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ahmad Ismail (27), karyawan kurir jasa pengiriman paket asal Sumberlawang Sragen, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Bapak dua anak itu dijerat dengan Pasal 82 Ayat 1 juncto Pasal 76 E UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ancaman hukuman itu dijeratkan usai pelaku terlibat pencabulan bocah perempuan berusia 9 tahun berinisial A di Jono Tanon beberapa waktu lalu.

Perbuatan bapak muda dua anak yang diduga memiliki kelainan seksual yakni menyukai anak-anak atau paedofilia bahkan sampai membuat Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama geregetan.

Baca Juga :  Merantau Tak Terurus, Pulang Kampung Malah Tewas Membusuk

“Pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo UU RI No 35/2015 ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Korbannya masih berusia 9 tahun,” papar Kapolres saat memimpin konferensi pers ungkap kasus pencabulan di Mapolres Jumat (29/7/2022).

Saking geramnya, Kapolres sampai menyebut bibit Paedofilia yang ditunjukkan Ahmad dianggap sebagai perilaku yang sangat membahayakan.

“Ketika melintas dan melihat anak main, muncul hasrat pelaku (untuk melakukan pencabulan). Ini sangat bahaya sekali. Ini benih-benih paedofilia,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Kapolres meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga dan melakukan pengawasan terhadap anak yang masih di bawah umur.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Gelar One Day Promotion Serentak di 50 Kios Se-Indonesia. Kenalkan 10 Produk Pupuk Andalan dari NPK hingga ZA

“Tidak hanya anak kelamin perempuan saja, anak laki-laki juga harus dijaga. Karena mereka generasi bangsa yang harus dijaga dan diawasi. Sehingga bisa terhindarkan dari pelaku kejahatan,” tandasnya.

Kapolres menguraikan aksi pengawasan sangat diperlukan mengingat perkara pencabulan atau persetubuhan anak di bawah umur tidak lepas dari pelaku orang yang ada di dekatnya.

“Bagaimana pengawasan orang tua dan keluarga jika anak main di luar rumah. Ini hendaknya jadi pembelajaran, tolong awasi anak-anak kita agar terhindar dari niat jahat pelaku,” ujar Kapolres.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com