JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sejumlah SPBU di Sragen Dikeluhkan Terindikasi Main Nakal. Warga: Sore Bilang Kosong, Malam Kepergok Sering Layani Mobil!

Pertalite
Ilustrasi/tribunnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di sejumlah wilayah di Sragen mengeluhkan layanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ditengarai tidak fair.

Sorotan paling keras ditujukan untuk salah satu SPBU di wilayah Sumberlawang. SPBU itu dikeluhkan karena dinilai sering merekayasa ketersediaan stok di hadapan warga dan terindikasi bermain nakal.

Modusnya jika warga biasa yang membeli, petugas sering menyampaikan stok habis.

Namun saat malam hari tiba, warga memergoki ada beberapa mobil khusus yang dilayani dan ditengarai membeli dalam jumlah banyak.

Menurut sejumlah warga, indikasi kenakalan SPBU itu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Namun makin menjadi setelah ada kebijakan pembatasan BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 Mulai Pukul 00.00 WIB. Ini Daftar Harga Terbaru Pertalite dan Solar!

“Iya ini sudah jadi rasanan (perbincangan) banyak warga. Kadang saat warga biasa mau beli eceran untuk motor pas sore hari itu mesti sering dibilang habis. Tapi malamnya banyak mobil yang antri bawa jeriken dilayani dan belinya kan otomatis banyak. Itu ada apa,” papar Mbah GM, salah satu warga di Mojopuro, Sumberlawang, kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Ia menyampaikan alibi kekosongan stok itu tidak hanya terjadi di BBM jenis Pertalite. Namun BBM jenis solar juga sering diperlakukan hal yang sama.

Warga yang geregetan sempat berinisiatif mengintai saat malam hari. AN, warga Sumberlawang lainnya mengaku pernah memergoki ada mobil yang tiap malam hari datang ke SPBU itu dan selalu dilayani membeli Pertalite dalam jumlah banyak pakai jeriken.

Baca Juga :  Ini Tips Merawat Baju Batik Mahal Agar Tetap Awet, Tak Luntur dan Selalu Tampak Kinclong!

“Mengapa harus dibeda-bedakan. Padahal adanya SPBU itu untuk melayani masyarakat. Tapi kok seperti mempermainkan warga. Sekarang kalau beli di SPBU alasannya sering habis, beli di toko eceran juga susah katanya kulakan dibatasi dan harus pakai rekomendasi. Lha warga disuruh beli BBM dimana lagi coba?” tanyanya kesal.

Mereka pun berharap dinas terkait dan Pertamina bisa mengusut perilaku SPBU-SPBU yang terindikasi nakal dan melakukan diskriminasi layanan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com