JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Diterjang Proyek Tol Yogya-Bawen, Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Bakal Tinggal Kenangan

Keluarga Pemegang Hak Waris, Winarno menunjukkan Ndalem Mijosastran yang kini sudah terkepung proyek Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Mlati Kabupaten Sleman / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nahas benar nasib bangunan cagar budaya, Ndalem Mijosastran , di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Kabupaten Sleman ini.

Nasibnya di ujung tanduk lantaran sebentar lagi bakal terlibas proyek jalan Tol Jogja-Bawen di seksi 1 (Juction Sleman – Banyurejo).

Untuk saat ini, bangunan limasan tradisional itu memang masih berdiri di antara lahan pengerjaan proyek yang sudah memasuki tahap penimbunan.

Namun entah dua atau tiga bulan lagi, mungkin bangunan cagar budaya yang dilindungi itu mungkin tinggal sebuah nama.

Pasalnya, pihak pemegang proyek tol sendiri sudah memastikan, proses pengadaan tanah yang melintas di cagar budaya itu masih terus berjalan. Targetnya dua bulan rampung direlokasi.

Baca Juga :  5 Tahun Dianiaya Ibu Angkat, Bocah Laki-Laki Asal Jogja Akhirnya Dipertemukan Ibu Kandungnya di Cirebon. Kapolresta Ungkap Perjuangan Pelacakan!

“Harusnya dua bulan ke depan selesai. Dua bulan ini, Ndalem Mijosastran mudah-mudahan selesai direlokasi,” kata PPK Jalan Tol Jogja-Bawen, M Mustanir, Selasa (6/9/2022).

Mustanir mengatakan, proses pengadaan tanah yang melewati cagar budaya, dirinya berpedoman pada UU nomor 11/2010 tentang pelestarian cagar budaya dan UU nomor 2/2012 tentang pengadaan tanah.

Berdasarkan hasil kajian, walaupun bangunan yang terdampak hanya separuh,  rumah limasan tradisional itu rencananya bakal direlokasi utuh.

Apalagi, dalam hal ini ahli waris, sudah mengajukan izin relokasi ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan telah mendapatkan rekomendasi dari dewan pertimbangan Pelestarian warisan budaya (DP2WB) DIY.

Baca Juga :  Bobol Kotak Infak di 17 TKP di Klaten,  Pria Warga Jatinom  Ini Dikukut Polisi

Berkas kajian rencana pemindahan itu telah diberikan ke Panitia Pengadaan Tanah (P2T).

Selanjutnya diserahkan ke Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) karena ada perubahan spek untuk dilakukan penghitungan kembali berdasar hasil kajian tersebut.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), juga telah meminta petunjuk ke Komite Penyusunan Standar Penilaian Indonesia (KPSPI) dan telah mendapatkan jawaban beberapa waktu lalu.

“Dokumen itu lah yang ditindaklanjuti untuk proses pengadaan tanah (di Ndalem Mijosastran). Kami akan menyelesaikan berdasarkan (rekomendasi) itu,” kata dia.

Bukan Sekadar Dipindah

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com