JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Terlibat Kasus Suap, Bupati Langkat Nonaktif Terbit Perangin Angin Dituntut 9 Tahun dan Denda Rp 300 Juta

ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –  Terlibat  kasus suap dalam proyek  di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Tahun 2021 senilai Rp 573 juta,  Bupati Langkat nonaktif, Terbit Perangin Angin dituntut 9 tahun penjara.

Selain itu, menurut  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  yang bersangkutan  juga dituntut membayar denda sebanyak Rp 300 juta subsider 5 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Terbit Rencana Perangin Angin dengan pidana penjara selama 9 tahun dan denda sejumlah Rp 300 juta subsider pidana kurungan pengganti selama 5 bulan kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK Zainal Abidin  saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga :  Tauma Gempa Susulan, Sejumlah Warga Cianjur Ini Terpaksa Ngungsi di Kandang Kambing

Selain pidana pokok, jaksa menuntut hukuman tambahan kepada Terbit. Jaksa menuntut agar hak untuk dipilih dalam jabatan publik politikus Partai Golkar itu dicabut selama 5 tahun setelah menjalani pidana.

Jaksa menimbang hal memberatkan adalah Terbit tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara, hal meringankan, Terbit belum pernah dihukum.

Baca Juga :  Resesi Global 2023 Mengancam, Ekonom: Indonesia Masih Aman

Dalam perkara ini, Terbit didakwa menerima suap sebanyak Rp 573 juta dari pengusaha Muara Perangin Angin terkait paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Tahun 2021.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com