JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Tim PKK Ormawa Komadiksi Smart UNS Berdayakan Singkong Jalak Towo di Ngargoyoso Jadi Produk Olahan Bernilai Jual Tinggi

Tim PKK Ormawa Komadiksi Smart UNS berfoto bersama dengan warga Desa Ngargoyoso, Karanganyar / Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Keluarga Solid Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-Kuliah Sebelas Maret (Komadiksi Smart) melakukan pemberdayaan produk singkong di Desa Ngaroyoso, Karanganyar.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa dan Kelompok Wanita Tani Desa Ngargoyoso, dalam rangka melihat potensi pertanian umbi-umbian yang ada di sana.

Ketua Tim PPK Ormawa Komadiksi Smart, Mahmud Wahyudi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk  menciptakan produk yang menjadi ciri khas Desa Ngargoyoso, yaitu Tepung Mocaf Jayasri yang berbahan dasar Singkong Jalak Towo.

Baca Juga :  Nonbar Film G 30 S PKI, Bupati Karanganyar Juliyatmono: Waspada Bahaya Komunis Itu Nyata!

Dikatakan, pembuatan produk Tepung Mocaf Jayasri tersebut dilatarbelakangi oleh potensi singkong jalak towo yang melimpah. Singkong jalak towo terkenal karena hanya dapat tumbuh optimal di daerah lereng Gunung Lawu, seperti Kecamatan Ngargoyoso, Jatiyoso, dan Tawangmangu.

Mahmud Wahyudi menjelaskan, singkong jalak towo memiliki kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan singkong jenis lain. Mulai dari rasa yang lebih enak, tekstur yang lebih empuk, pulen dan gurih.

“Sayang sekali, potensi yang bagus tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat,” papar Mahmud Wahyudi.

Inilah tepung mocaf Jayasri, hasil olahan oleh tim PKK Ormawa Komadiksi Smart UNS dengan bahan baku singkong Jalak Towo / Foto: Istimewa

Hal itu, menurut Mahmud terjadi, lantaran dipicu oleh mahal dan langkanya ketersediaan pupuk, masa tanam hingga panen yang relatif lebih lama dibandingkan dengan varietas singkong lainnya, dan harga jual yang murah sehingga dirasa kurang menguntungkan.

Baca Juga :  Misteri di Balik Meninggalnya Sepasang Pengantin Baru di  Hotel Karangpandan.  Ditemukan Luka Gigitan, Lecet Bibir Bawah dan Pendarahan Mata 

Selama ini, singkong yang ada hanya dijual dalam bentuk mentah oleh masyarakat dengan harga yang terbilang rendah pada kisaran Rp 2.500/kg s/d Rp 3.500/kg.

Hal ini yang menjadi alasan mengapa masyarakat Desa Ngargoyoso saat ini masih jarang yang menjadikan singkong jalak towo sebagai komoditas utama dalam budidayanya.

 

Program Pertanian Terpadu

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com