JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siswi Tak Berjilbab Diduga Jadi Korban, SMAN 1 Sumberlawang Langsung Deklarasi Anti Bullying

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Kasek, guru dan siswa SMAN 1 Sumberlawang berpose bersama dalam acara deklarasi anti bullying, Selasa (8/11/2022). Foto/Wardoyo
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan bullying di SMAN 1 Sumberlawang langsung direspon sigap pihak sekolah.

Untuk mencegah kasus bullying, sekolah tersebut menggelar kegiatan Roots Day dan deklarasi bersama kampanye anti Bullying (Anti Perundungan), Selasa (8/11/2022).

Deklarasi dan kampanye tersebut dihadiri ratusan siswa siswi, orang tua murid, jajaran kepolisian, Koramil, perwakilan Disdikbud Jateng hingga Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Deklarasi Roots Day digelar untuk melecut semangat para siswa dan guru sekolah untuk sama-sama memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak. Terutama dari tindakan perundungan.

Sebelumnya, beredar kabar tak sedap, ada seorang siswi SMAN 1 Sumberlawang tak mengenakan jilbab saat sekolah sempat mendapat perundungan dari salah satu oknum guru Matematika.

Kepala SMAN 1 Sumberlawang, Suranti Tri Umiatsih menjelaskan bahwa kabar tersebut hanya terkerucut dari bapak ibu guru dan ada hikmah besar dari kejadian tersebut.

Baca Juga :  Patroli Presisi Polres Sragen Jaga Keamanan Kantor KPU dan Bawaslu Jelang Penetapan Presiden Terpilih 2024

“Kita harus introspeksi lagi untuk pelaksanaan di lapangan seperti yang diharapkan, setelah adanya ini, juga ada hikmah besar,” paparnya, Selasa (8/11/2022).

Penandatanganan deklarasi Anti Bullying di SMAN 1 Sumberlawang. Foto/Wardoyo

Suranti juga bakal mengevaluasi mengingat sekolah SMA N 1 Sumberlawang adalah sekolah penggerak.

“Kita diamanahi sama orang tua untuk mendidik anak selama di sekolah menjadi kewajiban kami, semaksimal mungkin bapak ibu mengajar sesuai poksinya, memaksimalkan waktunya, kebetulan sekolah kami sekolah penggerak yang harus mengoptimalkan bakat istimewa anak,” jelasnya.

Pada deklarasi lawan bullying tersebut, kepala sekolah, guru hingga para murid melakukan tanda tangan serentak di papan. Harapannya, tidak ada lagi aksi bullying di sekolah.

Dinilai Suranti, saat ini banyak pengaruh buruk yang memengaruhi para anak untuk melakukan bullying. Dua di antaranya adalah pergaulan dan media sosial.

Baca Juga :  Geger, Petani di Desa Baleharjo Sragen Tewas Kesetrum Listrik di Area Persawahan Dengan Kondisi Mengenaskan

“Tak dipungkiri perubahan zaman digital saat ini, Jadi harapan kami ini menjadi pemahaman bagi anak-anak mengenai bullying. Sebab, kita perlu berikan pemahaman sedari dini agar bisa menghindari dan meningkatkan kepedulian,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai memberikan pengarahan dalam acara deklarasi Roots Day menyampaikan aksi perundungan tidak terjadi dilingkungan sekolah di Kabupaten Sragen.

“Yang perlu di pastikan. Bagaimana nanti tidak terjadi lagi dan disekolah lain tidak terjadi,” ungkap Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Selain itu, dalam waktu dekat dirinya bakal mengumpulkan tenaga pendindik dalam memahami tentang perundungan.

“Bulan depan, kita akan kumpulkan guna memberikan pemahaman. Apa itu perundungan dan bagaimana supaya tidak masuk dalam kategori perundungan,” tandas dia. Wardoyo

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com