JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lagi Viral, Ini Pengakuan Kades Sepat yang Motor Dinasnya Kepergok Dinaiki Anak SMA

Kades Sepat, Mulyono (kiri) dan tangkapan layar sepeda motor dinasnya dipergoki dibawa ke sekolah oleh dua anak SMA yang ternyata anak dan keponakannya. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Mulyono mengakui jika motor dinasnya digunakan oleh anaknya berangkat sekolah SMA hingga tertangkap kamera netizen dan viral di media sosial, Selasa (6/12/2022).

Mulyono beralasan motor dinas itu terpaksa diizinkan dibawa ke sekolah karena motor anaknya mengalami bocor ban saat hendak berangkat.

“Pagi mau ke sekolah boncengan sama ponakan saya. Tapi kemudian bannya mbledos (meletus),” papar Mulyono kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (7/12/2022).

Karena sepeda motor yang biasa digunakan ke sekolah meletus, sementara waktu sudah mendesak, Mulyono pun akhirnya merelakan sepeda motor Yamaha N Max pelat merah itu untuk dibawa.

Ia menyebut kondisi itu terjadi karena darurat. Tidak ada niatan dari awal untuk membiarkan anaknya sengaja membawa kendaraan dinas ke sekolah.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Warga PSHT, Sempat Beredar Kabar Korban Pembacokan, Polisi Tegaskan Tabrak Lari

“Adanya cuma motor itu (motor dinas). Karena darurat ya sudah saya izinkan bawa,” ujarnya.

Sebelumnya, identitas motor dinas itu sempat dilacak setelah viral di media sosial.

Hasil pelacakan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menunjukkan pelat motor dinas Yamaha N Max merah itu merujuk pada motor dinas milik Kepala Desa Sepat, Kecamatan Masaran.

Dinas pun langsung mengonfirmasi kades yang bersangkutan. Kades tersebut mengakui bahwa motor dinas yang viral karena kepergok dibawa sekolah siswa SMA itu memang motor dinasnya.

“Penjelasan dari Pak Kades Sepat Masaran memang dia mengakui kalau yang mengendarai motor N Max dinasnya itu anaknya,” papar Kepala Dinas PMD Sragen, Suwandi, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (6/12/2022).

Baca Juga :  Buntut Hoaks Pembacokan, 2 Ketua Cabang PSHT Kompak Lontarkan Ini!

Suwandi menguraikan sang Kades kemudian mengutarakan alasan bahwa sepeda motor dinas warna merah menyala itu dibawa anaknya ke sekolah.

Sepeda motor aset Pemkab itu direlakan untuk dibawa ke sekolah karena sepeda motor anaknya mengalami bocor ban.

“Alasannya karena hari ini motor anaknya bannya bocor makanya diizinkan untuk menggunakan motor dinas Yamaha N Max untuk ke sekolah,” urainya.

Terkait sanksi yang bakal dijatuhkan, Suwandi mengaku masih akan mengklarifikasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

Namun ia memandang motor dinas yang digunakan siswa berseragam sekolah di jam efektif sekolah itu memang tidak bisa dibenarkan secara aturan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com