JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Siap-Siap Panas Dingin, Kasus Mafia Tanah OO di Sragen Mendekati P-21. Bakal Seret Banyak Tersangka

Ilustrasi / tribunnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan mafia tanah dengan modus mengalihkan tanah OO atau tanah negara menjadi hak milik pribadi melalui program PTSL di Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Sragen, mengisyaratkan sinyal baru.

Setelah lama naik turun dari Polres ke Kejaksaan, kasus tersebut dikabarkan sudah hampir mendekati final.

Penyidik yang menangani kasus itu dikabarkan sudah mengagendakan untuk menaikkan status penanganan berkas kasus menjadi P-21 alias lengkap.

Saat ini, berkas disebut tinggal menunggu penelitian untuk selanjutnya dilakukan penetapan P-21.

“Kabar terbaru, berkas sudah dalam tahap penelitian. Kemarin terakhir dari penyidik menyampaikan sudah ada rencana menetapkan P-21 (lengkap),” papar Kajari Sragen Ery Syarifah melalui Kasi Pidsus, Agung Riyadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (6/12/2022).

Agung menyampaikan dengan rencana dinaikkan P-21, artinya berkas kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Dengan status itu, maka nantinya juga dipastikan sudah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, ia mengisyaratkan melihat kronologi kasus dan SPDP awal yang diterima dari penyidik, kasus itu diperkirakan bakal menyeret banyak tersangka.

Baca Juga :  Puncak Panen Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar Jatuh Bulan Februari, Bisa Pilih Dan Makan Sepuasnya

“Iya, nanti ada (tersangkanya). Seperti di awal itu, mungkin bisa tambah lagi dari yang lain (institusi lain yang diduga terlibat). Besok kita lihat saja Mas setelah P-21,” jelasnya.

Saat ditanya peluang lima tokoh yang sejak awal masuk dalam SPDP untuk naik menjadi tersangka, Agung enggan membeber namun tak menampik bahwa mereka sangat dimungkinkan bisa jadi tersangka.

“Iya (mungkin ditetapkan tersangka),” imbuhnya.

Isyarat bakal segera ada tersangka dan P-21 itu diperkuat dengan langkah penyidik Polres yang beberapa waktu lalu dikabarkan sudah meminta keterangan dari ahli pidana dan badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) Jateng.

Hasilnya dua pihak itu disebut memberikan keterangan menguatkan adanya unsur pidana dan kerugian negara dari kasus di Trombol tersebut.

“Untuk kasus tanah OO di Trombol, kemarin dari penyidik (Polres) sudah minta keterangan ke BPKP juga. Kemarin tipikor juga sudah jelaskan sudah meriksa ahli pidana juga. Dari ahli pidana menguatkan ternyata itu (tanah OO) masuk tanah negara,” urai Agung beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Kasus Tewasnya Warga PSHT, Sempat Beredar Kabar Korban Pembacokan, Polisi Tegaskan Tabrak Lari

Agung menyampaikan sejauh ini, kasus itu sebenarnya sudah memasuki penyidikan. Dari penyidik Polres sudah mengirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan kabar terbaru dari BPKP dan ahli pidana, kasus tersebut dipastikan tinggal menunggu penetapan tersangka.

“SPDP itu kan tinggal nunggu penetapan tersangka. Saya pastikan jalan terus karena BPKP saya tanya juga mengiyakan. Jadi memang serius mereka,” tandas Agung.

Sebelumnya, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kasus itu sudah diterbitkan oleh Polres sejak Februari 2021 lalu.

5 Bidang Tanah Dialihkan Aset Pribadi

Seperti diberitakan, kasus dugaan mafia tanah yang melibatkan panitia PTSL di Trombol itu mencuat sekitar akhir 2020 lalu setelah dilaporkan oleh salah satu tokoh masyarakat di desa tersebut.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com