JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Digelontor Uang Saku Hingga Rp 1,2 Juta Perbulan, 622 Mahasiswa Sragen Penerima KIP Diminta Jadi Agen Pengentasan Kemiskinan

Ratusan mahasiswa tidak mampu penerima KIP Kuliah di Sragen saat mendapat sosialisasi terkait program itu di Ndayu Park, Minggu (15/1/2023). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 622 mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah di Kabupaten Sragen diminta aktif untuk menjadi agen perubahan dalam mengentaskan kemiskinan.

Dengan bisa kuliah melalui bantuan KIP, diyakini mereka akan bisa merubah nasib perekonomian keluarga agar bisa membantu menurunkan angka kemiskinan di Bumi Sukowati.

Hal itu terungkap saat 622 mahasiswa penerima KIP dikumpulkan di Ndayu Park, Karangmalang, Sragen, Minggu (15/2/2023).

Acara dihadiri Agustina Wilujeng, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Ketua DPC PDIP Sragen sekaligus anggota DPRD Provinsi Jateng, Untung Wibowo Sukowati.

Baca Juga :  Akui Mengarang Cerita Pembacokan, Korban Tabrak Lari di Sragen Akhirnya Minta Maaf di Depan Kapolres
Agustina Wiludjeng Pramestuti. Foto/Istimewa

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Agustina Wilujeng Pramestuti menekankan para mahasiswa untuk tidak melulu hanya memikirkan kuliah.

Mahasiswa diminta untuk ikut aktif berorganisasi dengan ikut kegiatan kemahasiswaan. Sehingga setelah lulus nanti, bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Selain itu, dengan aktif ikut kegiatan mahasiswa, menjadi nilai tambah tersendiri yang akan menguntungkan saat mencari kerja.

Baca Juga :  Terbesar di Indonesia, Politeknik Pariwisata Sragen Dianggarkan Rp 2,7 Triliun. Penerimaan Mahasiswa Baru Dibuka Bulan Juni

“Ada banyak pilihan kegiatan kemahasiswaan yang bisa diikuti, silakan para mahasiswa penerima KIP kuliah memilih ikut yang mana. Ikut berorganisasi saat kuliah banyak kegunaannya,” papar anggota DPR RI FPDIP Dapil Jateng IV itu.

Agustina menjelaskan para penerima beasiswa KIP kuliah juga akan menjadi agen peningkatan SDM masyarakat.

Apalagi bagi warga kurang mampu yang selama ini tidak terpikirkan untuk kuliah karena faktor biaya, akhirnya bisa dibiayai kuliah sampai tamat.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com