PASURUAN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Seorang pelajar SMP Al Azhar Sekarjoho, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berinisial N (15) dianiaya oleh empat orang temannya, Kamis (2/3/2023).
N Dikeroyok teman-temannya lantaran mereka sakit hati korban tidak aktif di dalam grup WhatsApp yang dipimpin T. Selain itu, para pelaku merasa kesal karena korban tak bersedia saat diajak berkumpul.
Kini keempatnya telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Pasuruan. Keempat tersangka tersebut adalah T, H, D, dan A.
T dan H berperan sebagai pelaku yang menganiaya korban berinisial N.
Sementara D dan A merekam video penganiayaan itu.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Farouk Ashadi Haiti mengatakan, keempat pelaku disangka Pasal 80 Ayat 2 juncto Pasal 76 huruf C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
“Mereka terancam pidana penjara paling lama lima tahun penjara,” kata Farouk saat dihubungi, Sabtu (4/3/2023).
Menurut Farouk, sebanyak tiga tersangka masih di bawa umur.
Sedangkan satu pelaku sudah cukup umur.
“Mereka kami tahan di tahanan anak Polres Pasuruan,” ujarnya.
Akibat penganiayaan itu, N mengalami luka memar di hidung, telinga kiri, dada kanan, lengan kiri, siku kanan, dan pinggang kiri.
“Luka-luka diduga akibat tendangan bertubi-tubi yang dilayangkan pelaku kepada korban.
Namun, ia sudah mendapatkan perawatan medis,” ujar Farouk.
Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan sekelompok pelaku menganiaya seorang pelajar viral di media sosial.
Terlihat salah satu pemuda menendang dada dan wajah pelajar tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Farouk Ashadi Haiti mengatakan, penganiayaan itu terjadi di dekat warung kopi di Dusun Brubuh, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (2/3/2023).