JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Mandor Proyek Masjid Sheikh Zayed Ninggal Utang Ratusan Juta, Dian Sebenarnya Ingin Ngadu ke Jokowi dan Gibran

Kolase Foto Dian, pemilik warung makan Restu Bunda dan Foto Peresmian Masjid Raya Syeikh Sayid
Kolase Foto Dian, pemilik warung makan Restu Bunda dan Foto Peresmian Masjid Raya Syeikh Sayid
   

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Dian, pemilik warung makan restu bunda yang terletak di seberang Masjid Sheikh Zayed  tak habis pikir, proyek yang skalanya besar dengan dana yang setahunya juga besar, tapi membuat rugi.

Dian mengungkapkan kekesalannya setelah  diutangi oleh riga mandor proyek Masjid Sheikh Zayed yang bernilai total mencapai ratusan juta rupiah. Dan yang bikin konyol, sampai proyek itu selesai, tapi utangnya belum selesai, alias belum diunasi.

Saking kesalnya, sebenarnya dalam benak Dian, terbersit rencana untuk mengadukan hal tersebut kepada Presiden Jokowi dan juga kepada Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

“Setahu saya itu, dananya udah dari sana,  Uni Emirat Arab (UEA). Tapi kenapa dari atasan-atasan sampai ke mandor-mandor kok seret gitu lho. Saya juga ga habis mikir gitu. Nah itu dia, apa nggak bikin malu pak Jokowi. Sebenarnya saya pengen ngadu pak Jokowi bahkan ngadu ke pak Gibran,” ungkapnya saat dihubungi, Kamis (16/3/2023).

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Bahas Potensi Ekonomi Kreatif di Solo

Meski ada niatan mengadukan ke Presiden, Dian masih berharap masalah itu  dapat terselesaikan secara kekeluargaan terlebih dulu.

“Ya karenakan mau tak selesaikan secara kekeluargaan dulu. Tapi kalau emang ga bisa gimana lagi. Kalau seperti ini kami antara senang dan tidak. Dalam artian kami  juga merasa dirugikan dengan pembangunan masjid ini. Meski kami  senang juga ada ikon terbesar di Solo pemberian Uni Emirat Arab,” terangnya.

Baca Juga :  Budayawan Ahmad Bahar Perkenalkan Buku "Gibran The Next President" di Solo

Dian mengaku, selama diutangi mandor-mandor proyek Masjid Sheikh Zayed tersebut, ia  terpaksa harus menjual barang-barang berharga miliknya agar dapat melanjutkan berjualan.

“Jadi saya itu selama ini gali lubang tutup  lubang. Terpaksa yang aku punya aku jual. Entah gadai motor, entah itu jual perhiasan. Pokoknya bisa tutup lobang gali lobang itu aja. Sampai sekarang masih ada utang piutang ya katakanlah agen rokok, gula, sayur, masih ada juga. Makanya mereka (mandor) tak cecer, tak minta terus. Biar saya bisa bayar orang yang tak utangi juga,” tandasnya. Ando

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com