JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kemiskinan Ekstrim Ancam Gen Z, DPR RI Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah Minta Bank Beri Akses Untuk Modal

Luluk Nur Hamidah, Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) | Huri Yanto / Joglosemarnews.com
Luluk Nur Hamidah, Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) | Huri Yanto / Joglosemarnews.com
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Ancaman kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi perhatian serius bagi sejumlah orang, salah satu perhatian dilakukan oleh anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah.

Luluk mengatakan bahwa sektor perbankan Indonesia tidak ramah dan tidak inklusif terhadap anak muda, khususnya kelompok Generasi (Gen) Z di Indonesia.

Luluk yang mewakili wilayah dapil Sragen, Karanganyar dan Wonogiri menyebutkan bahwa banyak Gen Z yang tidak memiliki akses atau kesempatan untuk memanfaatkan semua produk perbankan.

“Iya, pada situasi yang seperti ini, sebenarnya ini akan menjadi beban persoalan bagi kita semua di masa-masa yang akan datang. Padahal kita ini sedang menghadapi bonus demografi,” kata Luluk, Rabu (29/3/2023).

Berdasarkan data dari Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) diketahui bahwa sekitar 12,5 persen dari kelompok Gen Z mengalami kemiskinan yang ekstrem yang salah satu faktornya ialah disebabkan oleh kondisi keluarga atau orang tua yang relatif miskin.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Makam Larasati Sukowati di Sukodono Janggal, Anggota DPRD Sragen Sidak: Anggaran Besar Tapi Tak Terawat !

“Benar, hanya saja bonus demografi itu apakah kita lihat sebagai peluang penetrasi pasar, dimana perbankan bisa menjangkau kelompok umur yang sangat unik ini, yang sekaligus merupakan peluang bagi Gen Z untuk dapat mengakses semua produk-produk perbankan, khususnya permodalan,” bebernya.

Selain itu, menurut pendapat Luluk selama ini, banyak anak-anak muda yang belum diberikan kepercayaan untuk bisa bertumbuh, menciptakan UMKM baru, dengan menikmati semua skema atau regulasi, seperti yang juga dicanangkan oleh pemerintah, lantaran mereka tidak mendapatkan status bankable.

“Persoalan yang dihadapi mereka ini masih sangat klasik, bahwa mereka ini tidak dianggap bankable. Nah ini bagaimana cara mengatasinya, kecuali ada komitmen politik yang sangat kuat seperti yang diharapkan pemerintah,”ujarnya.

Baca Juga :  Pertemuan PDI Perjuangan dan PAN Bahas Koalisi Pilkada Sragen 2024

Sementara itu, Luluk juga berharap segera ada perhatian khusus bagi generasi Z.

Apabila anak-anak muda tidak dianggap bankable atau dianggap tidak memiliki kelayakan usaha, Luluk meminta agar mereka diberikan kepercayaan untuk akses modal, dengan adanya pendampingan dan pelatihan menjadi pelaku UMKM baru, agar nantinya tidak terjebak dengan pinjaman Online (Pinjol).

“Mereka juga didampingi, mereka juga dilatih, dan mereka dimotivasi. Sehingga mereka juga menjadi pebisnis yang kuat di masa yang akan datang. Namun karena mereka tidak mendapatkan kepercayaan dari perbankan, banyak dari mereka yang terjebak oleh pinjaman online,” ujarnya.

Luluk juga menjelaskan, pihaknya akan terus mendorong dan mengawasi penanganan kemiskinan ekstrem yang mengancam generasi Z di Indonesia.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com