JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kebun Buah Jeruk Mbah Petrok Bulakmanyar, Sumberlawang, Sragen Jadi Potensi Wisata Baru di Sragen Barat: Wisatawan Bisa Petik Sendiri !!

   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Potensi wisata di Sragen barat mulai bermunculan, sejumlah desa kini tengah berlomba-lomba menampilkan potensi desa mereka pada wisatawan.

Potensi desa kali ini muncul dari kebun buah milik mbah Petrok (68) warga Bulakrejo RT 23, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Ditangan Mbah Petrok, tanah yang dahulunya gesang dan sulit air. Kini tanah tersebut berubah drastis dan menjadi potensi baru mendapatkan penghasilan, beberapa jenis buah berhasil tumbuh dan menghasilkan pundi-pundi penghasilan antara lain buah Jeruk.

Ada 50 pohon Jeruk milik Mbah Petrok yang saat ini tengah puncak-puncaknya berbuah, terlihat sejumlah wisatawan dan penebas buah ramai-ramai datang dan menikmati wisata petik buah maupun untuk dijual kembali.

Ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM , Mbah Petrok mengatakan bahwa pohon jeruk miliknya yang berada di kebun sudah panen raya sejak lebaran idul Fitri 1444 H kemarin hingga saat ini.

“Panen jeruk ini setiap tahun, dan untuk tahun ini mulai panen sejak lebaran idul fitri kemarin, banyak penebas dan wisatawan datang kesini untuk petik buah untuk dimakan langsung maupun dijual lagi,” kata mbah Petrok, Senin (19/6/2023.

Menurut mbah Petrok sejak panen pertama tahun ini ia sudah mendapatkan penghasilan sebanyak Rp.7.000.000 lebih, bahkan meskipun sudah di panen, buah jeruk miliknya masih terus berbuah dan masih bisa menerima wisatawan untuk petik buah langsung.

“Alhamdulilah ini kalau untuk wisatawan masih ada, datang kesini untuk petik sendiri, buah jeruknya kali ini bobot dan kandungan airnya banyak dan manis asam,” jelasnya.

Baca Juga :  Polres Sragen Tangkap Pelaku Penipuan Jual Beli Wood Pellet di Facebook, Korban Mengalami Kerugain Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Mbah Petrok mewanti-wanti bagi pengunjung yang datang ke kebun miliknya berharap untuk petik buah harap mengunakan gunting.

“Panen ini berlanjut dan setiap tahun, tapi untuk wisatawan mau petik sendiri harus pakai gunting kami sediakan, agar tidak merusak pohonnya,” bebernya.

Wisatawan yang datang ke kebun mbah Petrok rupanya tidak hanya dari Sragen, beberapa daerah juga datang untuk memilih dan metik sendiri secara langsung buah Jeruk.

“Ini jenis jeruk Samarinda, yang datang kesini dari beberapa daerah mulai Purwodadi, Boyolali, Juwangi, Sragen, Solo, Karanganyar dan beberapa orang penebas buah untuk dijual kembali, untuk harga jeruknya kami bandrol 10 ribu rupiah untuk berat 1 Kg bisa pilih dan petik sendiri,” ujarnya.

Mbah Petrok berharap, dengan potensi desa ini bisa turut menyumbangkan potensi desa di Sragen.

“Ya semoga saja bu Yuni bupati Sragen mendengar kabar ini, bahwa kami warga pinggiran waduk kedung ombo (WKO) punya kebun buah dan ikut menambah wisata baru di Sragen, untuk wisatawan yang hendak datang ke kebun atau WhatsApp 081226829185,” ujarnya.

Selain itu, Petrok juga mengatakan dilahan miliknya selain buah jeruk ada beberapa jenis buah yang lain seperti sawo, kelengkeng, jagung, pisang, alpokat, jambu dan lainnya.
Menurut Mbah Petrok, suka duka menjadi petani jeruk sudah ia alami bersama keluarganya, selain memanfaatkan lahan yang ada ia inggin menunjukan potensi Sragen barat khususnya pinggiran waduk kedung ombo bahwa selain hasil dari waduk juga ada potensi kebun buah-buahan.

Baca Juga :  Sambut HUT Sragen Ke 278 Ribuan Anggota Club Motor Bakal Safety Riding Keliling 20 Kecamatan, Berhadiah Sepeda Motor Baru

“Disini sudah terkenal akan potensi wisata waduk kedung ombo, saya dan keluarga saya juga ingin menunjukan potensi lainnya di pinggiran waduk juga ada kebun buah buahan, Alhamdulillah hasilnya bagus tapi kadang juga ada ruginya seperti buah pada jatuh dan jeruk diserang penyakit jamur seperti itu sih suka dukanya,” terangnya.

Dwi Prihatin (26) wisatawan asal Kampung Taprukan RT 02, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen yang kebetulan berwisata petik petik jeruk di kebun Mbah Petrok mengatakan bahwa Jeruk di kebun mbah Petrok punya ciri khas sendiri ketimbang jeruk-jeruk lainnya.

“Jeruknya segar, apa lagi baru dipetik langsung dari pohonnya rasanya beda dengan jeruk-jeruk yang dijual di pasar pasar, disini kebun luas dan bisa memilih sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, Khoiri (38) salah satu wisatawan asal Tanon Sragen saat ditemui di lokasi wisata kebun jeruk mengatakan bahwa ia sangat kaget, tidak menyangka di wilayah kedung ombo ada kebun buah.

“Waah saya kaget ternyata di pinggiran waduk kedung ombo ada kebun jeruk seperti ini, dan rasa jeruknya juga enak seger apa lagi bisa petik langsung dan makan sepuasnya di lokasi, harganya juga terjangkau,” bebernya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com