JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meski Sudah Ada Hujan Turun, Sragen Masih Mengalami Kekeringan Air Bersih, Migrant Care Bekerjasama dengan Save The Children Indonesia Kirim Bantuan Air Bersih Puluhan Tangki

Meski sudah diguyur hujan beberapa kali, sejumlah wilayah di Sragen masih mengalami kekeringan cukup parah, Selasa (28/11/2023) || Huri yanto

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Meski sudah diguyur hujan beberapa kali, sejumlah wilayah di Sragen masih mengalami kekeringan cukup parah. Dampak kekeringan ini membuat sejumlah masyarakat di utara Bengawan masih kesulitan mendapatkan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti minum, masak, mandi, mencuci dan minum hewan ternak.

Salah kampung yang masih mengalami kekeringan ekstrim yakni Desa Ngargotirto, Sumberlawang Sragen. Menurut pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM dilapangan sejumlah warga di beberapa dukuh masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari meski beberapa kali hujan sudah turun.

Mbah Pariyem (64) warga Dukuh Sidorejo RT 14, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengaku masih kesulitan air bersih hingga akhir bulan November ini.

“Kalau kesulitan air bersih sudah ada 4 bulan, sumur-sumur disekitaran rumah saya sudah mengering, meski sudah beberapa kali telah turun hujan akan tetapi sumur disini belum bisa mengeluarkan air bersih,” kata mbah Pariyem, Selasa (28/11/2023).

Baca Juga :  BRI Sragen Melalui Yayasan Baitul Maal - YBM BRILiaN Bantu Rp 96 Juta Untuk Budidaya Buah Melon Hidroponik di Desa Kaliwedi Gondang Sragen

Sementara itu, guna mencukupi kebutuhan air bersih warga di wilayah Ngargotirto harus membeli air bersih galonan maupun jerigen dengan harga 5 ribu rupiah.

“Kalau gak beli ya harus nunggu bantuan droping air bersih mas, alhamdulillah hari ini kita dibantu oleh mbak-mbak relawan membantu kami dengan mengirimkan 3 unit truk tangki air bersih,” jelasnya.

Sri Supriyanti salah satu relawan Migrant care di Sumberlawang Sragen menyampaikan untuk sasaran droping air bersih dilakukan di kampung-kampung yang benar benar saat ini masih terdampak kemarau panjang.

“Iya beberapa wilayah di Desa Ngargotirto masih dilanda kekeringan air bersih walaupun hujan beberapakali sudah turun tapi untuk mendapatkan air masih sulit, hari ini kita bantu untuk kampung Sidorejo dan Kaliwuluh sebanyak 3 tangki,” bebernya.

Baca Juga :  31 Tahanan Polres Sragen Terima Tauziah untuk Motivasi dan Perkuat Keamanan Tahanan

Terpisah, Atik Mulyati selaku projects officer Migrant Care Sragen pada JOGLOSEMARNEWS.COM menyampaikan bahwa droping air bersih di wilayah Desa Ngargotirto masuk dalam program yang meliputi 2 kabupaten yakni Wonogiri dan Sragen.

“Ini program Migran Care Jawa Tengah bekerja sama dengan Save The Children Indonesia melalui program bestari (best resillient and safe future generation- bangun generasi tangguh dan mandiri, program ini dilaksanakan di kabupaten Sragen dan Wonogiri dalam merespon bencana kekeringan yang ada,” kata Atik, Selasa (28/11/2023).

Menurut Atik, untuk wikayah kabupaten Sragen yang menjadi sasaran program yakni kecamatan Sumberlawang dan Miri.

“Target sampai minggu awal desember nanti ada 75 tangki dengan kapasitas 8 ribu liter untuk wikayah Sidorejo dan Kaliwuluh dan Desa Ngargosari rencana besok 2 tangki,” ujarnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com