JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pria Bantul Ini Tewas Gantung Diri dengan Sabuk Bela Diri, Tinggalkan Isteri dan 2 Anak

ilustrasi gantung diri
Ilustrasi bunuh diri dengan cara gantung diri | Foto:JSnews
   

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Seorang pria berinisial Y (45)  asal Kapanewon Banguntapan, Bantul ditemukan tewas gantung diri di kamarnya, dengan menggunakan sabuk bela diri warna kuning dan putih.

Informasi yang diperoleh dari Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyebutkan, korban bunuh diri di kamarnya.

Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/11/2022) sekitar pukul 22.45 WIB.

Jasad korban pertama kali diketahui oleh saksi bernama Gunawan (39), yang merupakan tetangga korban.

“Saksi pertama mendengar adanya suara teriakan dari dalam rumah korban. Setelah itu saksi pertama mendatangi sumber suara teriakan tersebut dan ternyata suara itu berasal dari istri korban,” bebernya kepada awak media, Jumat (24/11/2023).

Baca Juga :  Selama Libur Lebaran 2024, Terjadi 9 Kecelakaan Laut di Wilayah DIY

Tiba-tiba saksi pertama yang berada di dalam rumah itu  melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri menggunakan sabuk beladiri warna putih dan kuning.

Melihat kejadian tersebut saksi pertama dibantu oleh warga menggunting sabuk yang digunakan untuk gantung diri tersebut, kemudian menurunkan dan membaringkan korban di lantai.

“Setelah dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia,” urai Iptu Jeffry.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkannya ke aparat keamanan maupun Polsek setempat.

Baca Juga :  Pura-pura Cari Tempat Laundry, Perempuan Asal Jabar Ini Curi Uang Rp 81 Juta di Bantul

“Berdasarkan keterangan saksi dan aparat pemerintah setempat yang berada di TKP bahwa korban tinggal di rumah tersebut bersama dengan istri dan kedua anaknya,” jelasnya.

“Pihak keluarga secara pasti belum mengetahui motif dari tindakan yang dilakukan oleh korban tersebut dan untuk istri korban belum bisa dimintai keterangan karena sedang dalam kondisi histeris,” imbuh dia.

Kemudian, pihak keluarga dibantu dengan warga sekitar mensucikan jenazah korban untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman jenazah.

“Pihak keluarga sudah menerima atas kejadian tersebut dan tidak akan menuntut secara hukum kepada pihak manapun,” tandas Iptu Jeffry.  

www.tribunnews.com

 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com