JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Coblosan Molor karena Kekurangan Surat Suara, Petugas KPPS TPS 12 Desa Salakan Teras Tak Tidur Semalaman

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 12 Desa Salakan, Kecamatan Teras bekerja ekstra keras. Mereka tak sempat istirahat tidur malam. Pasalnya, mereka baru menuntaskan proses penghitungan suara pada Kamis (15/2/2024) pagi. Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 12 Desa Salakan, Kecamatan Teras bekerja ekstra keras. Mereka tak sempat istirahat tidur malam. Pasalnya, mereka baru menuntaskan proses penghitungan suara pada Kamis (15/2/2024) pagi.

Peristiwa ini terjadi karena coblosan molor akibat kekurangan surat suara untuk pemilihan DPR RI. Tak main- main, jumlahnya mencapai 100 lembar. Petugas KPPS pun harus koordinasi dengan PPS, PPK dan KPU untuk menggenapi surat suara tersebut.

Surat suara susulan baru tersedia sekira pukul 16.00. Surat suara itu diambilkan dari TPS lain yang kelebihan surat suara. Setelah itu, barulah pemungutan suara dilanjutkan pukul 16.30 dan baru selesai pukul 20.00.

Baca Juga :  Lama Usulan Perbaikan Tak Direspons Pemerintah, Warga Cepogo, Boyolali Pun Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Petugas KPPS sempat istirahat selama satu jam. Setelah itu, langsung kerja keras untuk menghitung hasil pemungutan suara. Mereka tak sempat istirahat apalagi tidur. Dalam kondisi lelah dan mengantuk, seluruh petugas melakukan penghitungan suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI, DPR Provinsi dan DPR Kabupaten.

“Dan proses penghitungan itu dapat dirampungkan pada Kamis (15/2/2024) pagi,” ujar Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Boyolali, Wakhid Toyib.

Baca Juga :  Asrama Haji Donohudan Boyolali Siap Terima Kedatangan Calon Haji

Pihaknya mengapresiasi kerja keras seluruh petugas KPPS TPS 12 Salakan dan seluruh TPS se- wilayah Boyolali. Sehingga tugas mulia pemungutan suara bisa dilaksanakan dengan lancar hingga selesai.

Terkait kekurangan surat suara hingga 100 lembar, pihaknya mengaku hal tersebut masih dibahas mendalam di internal KPU. Memang ada pula TPS lain, sempat terjadi kekurangan surat suara pula. Namun jumlahnya hanya beberapa lembar.

”Sebenarnya, pekerja yang bertugas melakukan pelipatan surat suara dan memasukkanya ke dalam amplop juga sudah melalui seleksi. Namun ternyata masih ada kejadian seperti ini,” katanya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com