JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Menghitung Kekuatan Kekuatan Pendukung Prabowo Vs Oposisi di Parlemen Jika Tidak Ada Partai ‘Menyeberang’

Pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo - Mahfud MD saat Pengundian dan Penetapan nomor urut Capres dan Cawapres di kantor KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023). KPU menetapkan nomor urut pasangan capres - cawapres pada Pemilu 2024 yaitu Anies Bawedan dan Muhaimin Iskandar nomor urut 01, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka nomor urut 02, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD nomor urut 03 | tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, berhasil menjadi pemenang dalam Pemilu 2024.

Dari hasil hitung cepat, yang rata-rata sudah ditutup pada Kamis (15/2/2024), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2024.

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia, misalnya, mencatat PDIP memimpin perolehan suara dengan 16,77 persen. Sementara Gerindra dan Golkar sebagai motor utama pengusung Prabowo, masing-masing mendulang dengan 13,51 persen dan 14,88 persen.

Baca Juga :  Denny Indrayana Tak Yakin Hakim MK Mau Berkorban dan Jadi Pahlawan demi Selamatkan Demokrasi, Seperti Ini Prediksinya

Jika angka-angka ini sesuai dengan penghitungan resmi KPU dan tidak ada partai yang “menyeberang” maka komposisi partai pendukung pemerintah dan oposisi di parlemen akan seperti ini:

Pemerintahan Prabowo-Gibran

Partai Pendukung:

Gerindra: 13,51%

Golkar: 14,88%

PAN: 6,99%

Demokrat: 7,51%

Jumlah: 42,89%

 

Oposisi:

Pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar

Nasdem: 9,39%

PKB: 10,54%

PKS: 8,16%

Pendukung Ganjar Pranowo – Mahfud Md

PDIP: 16,77%

PPP (kemungkinan tidak lolos Ambang Parlemen): 3,64%

Jumlah 44,86% (di luar perolehan PPP)

Baca Juga :  Denny Indrayana: MK Sulit Keluar dari Kerangkeng Putusan 90

 

Sejumlah partai lain juga tidak lolos ke parlemen di bawah ketentuan parliamentary threshold 4 persen, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan perolehan 2,83 persen suara, Partai Perindo 1,43 persen, Partai Gelora dengan 0,93 persen, Partai Hanura dengan 0,85 persen suara, dan Partai Buruh dengan suara 0,74 persen.

Kemudian, Partai Ummat 0,6 persen. Partai Bulan Bintang (PBB) dengan perolehan suara sebesar 0,50 persen, Partai Garuda dengan suara sebesar 0,40 persen, dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dengan perolehan suara sebesar 0,33 persen.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com