JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Polres Boyolali Gelar Apel Kesiapan Pam TPS dan Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata 2024

olres Boyolali menggelar Apel Kesiapan Pam TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata 2024 di halaman Mapolres setempat, Selasa (13/2/2024). Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Boyolali menggelar Apel Kesiapan Pam TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata 2024 di halaman Mapolres setempat, Selasa (13/2/2024). Apel dipimpin Kapolres AKBP Petrus Parningotan Silalahi dan diikuti personel gabungan TNI-Polri dan Satpol-PP.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam mengamankan tahap pungut dan hitung suara pada Pemilu 2024. Apel dihadiri oleh berbagai pejabat utama, antara lain Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo, Wabup Wahyu Irawan, Waka Polres Boyolali Kompol Dani Permana Putra, PJU Polres Boyolali.

Baca Juga :  Peringatan HPSN, Ratusan Siswa, ASN, Perangkat Sesadan dan Relawan Kompak Bersihkan Kawasan Wisata Pengging Boyolali

Dalam arahannya, Kapolres Boyolali menyampaikan pentingnya kesiapan dan tanggung jawab personel dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara pada Pemilu 2024.

Kapolres juga menyoroti potensi permasalahan yang mungkin timbul, seperti adanya pengaruh politik, pemilih ganda, kesalahan dalam penghitungan suara, hingga potensi bentrokan atau kerusuhan.

“Penting bagi kita untuk tetap menjaga netralitas dan menanggapi setiap permasalahan dengan solusi yang tepat,” katanya.

Selain itu, Kapolres juga menegaskan pentingnya menjaga fisik dan mental serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas ini. Anggota polisi diminta bersyukur atas perhatian dan anggaran dari Negara.

Baca Juga :  86 Shelter di Waduk Cengklik Telah Siap, Penampatan Tunggu MoU dengan Pemkab Boyolali

Untuk pengamanan TPS, sebanyak 534 anggota Polres Boyolali disebar di 3.409 TPS se Kabupaten Boyolali. Setiap anggota Polisi mengamankan dua desa. Tapi khusus tiga desa di lereng Merapi, dijaga tiga anggota Polisi per desa.

“Yaitu, Desa Tlogolele, Jrakah dan Klakah, Kecamatan Selo. Ketiga desa itu masuk kategori rawan bencana erupsi Merapi,” katanya.

Selain polisi, pengamanan TPS se Boyolali juga dilakukan oleh 6.818 anggota Linmas serta 140 anggota TNI yang akan membantu mempertebal pengamanan selama proses pemungutan hingga penghitungan suara. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com