JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Muncul Rumor Perpecahan di Internal PDIP, Ini Bantahan Hasto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan usai menghadiri pertemuan dengan koalisi pasangan Ganjar-Mahfud di High End, Menteng, Jakarta, Kamis (15/2/2024) | tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Jadi tidaknya usulan hak angket tergantung pada sikap PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai pemenang Pemilu.

Namun belakangan, sikap partai berlambang banteng moncong putih itu masih belum jelas, hingga kemudian berhembus kabar rencana pertemuan Ketum PDIP Megawati dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi liar bahwa terjadi perpecahan internal di tubuh PDIP.

Namun mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menepis anggapan terjadi perpecahan internal di tubuh partai berlambang banteng moncong putih itu.

Hasto merespons soal adanya kubu yang ingin dirangkul dan tidak dirangkul dalam pemerintahan mendatang di internal PDIP.

“Tidak ada,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (12/4/2024).

Ia mengatakan justru yang dirangkul adalah nilai-nilai peradaban publik hingga nilai-nilai demokrasi yang jujur dan adil.

Baca Juga :  Isu Operasi ‘Sikat Jampidsus’ Disebut-sebut Dipimpin Perwira Menengah Berpangkat Kombes, Polri dan Kejagung Bungkam

“Nilai-nilai kekuasaan untuk rakyat bukan kekuasaan untuk koorporasi,” ujar dia.

Sebelumnya, Hasto mengatakan bahwa PDIP siap berjuang sebagai oposisi di luar pemerintahan dan parlemen untuk menjalankan tugas checks and balances.

Hasto menilai pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kekuasaan yang terpusat memunculkan kemampuan untuk memanipulasi sehingga kekuasaan dan kritik dalam konteks kebijakan dan implementasinya dibutuhkan check and balance.

Ia mengatakan berada di luar pemerintahan adalah suatu tugas patriotik dan pernah dijalani PDI Perjuangan pasca Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi. Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri,” kata Hasto dalam keterangan persnya pada Kamis (15/2/2024) lalu.

Baca Juga :  Sindir Bobby Nasution, Masinton: Semoga 2029 Tak Pindah Lagi, Partai Bukan Alat Cari Jabatan 

Berdasarkan penetapan Komisi Pemilihan Umum atau KPU, calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDIP yaitu Ganjar Pranowo-Mahfud Md hanya meraup suara 16,5 persen.

Posisi pasangan ini berada di urutan ketiga. Pasangan Ganjar-Mahfud bahkan kalah suara di kandang banteng yaitu Jawa Tengah dan Bali.

Berdasarkan penetapan KPU, pemenang Pilpres adalah pasangan Prabowo-Gibran yang meraup suara hingga 58 persen.

Pasangan Ganjar-Mahfud kini tengah mengajukan sengketa hasil Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi atau MK.  Mereka menilai terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dalam pemilihan kali ini. Sidang sengketa itu telah berjalan dan kini tengah menanti hasil putusan MK.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com