JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Tidak Jadi Anggota DPRD, Caleg PDIP Wonogiri Dapat Gaji 5 Juta Perbulan

Bupati Wonogiri
Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sejumlah caleg PDIP Wonogiri yang tidak menjadi anggota DPRD Wonogiri, tetap mendapat bantuan keuangan dari partai.

Bantuan keuangan yang mirip hibah, gaji maupun stimulan itu besarannya adalah Rp5 juta perbulan perorang.

Gaji caleg PDIP Wonogiri yang gagal menjadi anggota DPRD Wonogiri itu diterima selama lima tahun.

Untuk diketahui dalam Pemilu 2024 ada 50 caleg PDIP Wonogiri yang bertarung. Dari jumlah itu 27 caleg PDIP Wonogiri melenggang ke DPRD Wonogiri.

Baca Juga :  Tips Mengurangi Kolesterol Pasca Menyantap Menu Daging Kurban

Sisanya sebanyak 23 caleg PDIP Wonogiri gagal, sehingga merekalah yang mendapatkan gaji Rp5 juta perbulan selama lima tahun tersebut.

“Teman teman (caleg PDIP Wonogiri) yang tidak menjadi anggota DPRD Wonogiri tetap kami rawat sebagai kader partai. Mereka akan menerima uang stimulan atau apa namanya senilai Rp5 juta/bulan/orang selama lima tahun,” ungkap Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo, Senin (22/4/2024).

Anggaran untuk pengadaan gaji caleg PDIP Wonogiri yang tidak bisa menjadi anggota DPRD Wonogiri itu berasal dari potongan fraksi PDIP di DPRD. Masih ditambah bantuan keuangan partai politik dari pemerintah daerah Wonogiri.

Baca Juga :  Bosan Makan Daging Kurban? Coba Menu Ini!

”Prinsipnya begini, siapapun (caleg PDIP Wonogiri) yang jadi (anggota DPRD Wonogiri), di dalamnya ada kontribusi dari mereka yang tidak jadi. Ini representasi dari gotong royong,” jelas Mas Jekek, sapaan akrabnya.

Menurut Mas Jekek prinsip gotong royong ini tidak hanya berlaku saat Pemilu. Namun juga berlaku ketika di luar itu. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com