JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Stafsus Sri Mulyani Dituding Membajak Buku Karya Bung Hatta, Ini Ceritanya

Juru Bicara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Yustinus Prastowo, saat ditemui di acara Indonesia Digital Summit 2023 di Hotel Four Season, Jakarta Selatan pada Selasa (28/11/2023) | tempo.co
   

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Staf khusus Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Yustinus Prastowo dituduh telah membajak buku karya Mohammad Hatta (Bung Hatta) berjudul  “Ajaran Marx atau Kepintaran Sang Murid Membeo?”

Hal itu mencuat setelah Yustinus Prastowo menayangkan unggahan soal dirinya yang telah selesai mendigitalisasi buku karya Wakil Presiden RI Pertama itu. Buntut dari tindakannya itu, Yustinus Prastowo mendapatkan teguran.

Sebagaimana diketahui, Yustinus dalam unggahan pribadinya di akun X @Prastow pada 1 Juni 2024 mengaku telah selesai mendigitalisasi buku karya Bung Hatta itu. Buku dengan sampul berwarna oranye itu juga terpacak dalam unggahan Prastowo.

Dia juga menawarkan kepada khalayak yang berminat untuk mengunduh buku digital itu. “Saya sudah selesai mendigitalisasi buku Bung Hatta, silakan diunduh atau klik tautan ini untuk membaca,” cuit Prastowo.

Tak lama unggahan itu mengapung di jagat maya, protes datang dari akun X @podunqualified. Akun ini mengatasnamakan Ibu Halida Hatta atau ahli waris Bung Hatta.

Baca Juga :  Sudirman Said Masuk, Seleksi Capim KPK Makin Kompetitif dan Berkualitas

“Kami diberi amanat oleh Ibu Halida Hatta untuk menyampaikan kekecewaan ahli waris Bung Hatta kepada Bapak Prastowo atas pembajakan tulisan Bung Hatta di bawah ini; walau sudah di-take down, tetap bisa dituntut secara hukum,” kata akun X @podunqualified pada 9 Juni 2024 kemarin.

Mendapat protes itu, Yustinus langsung meminta maaf. Dia mengaku tak punya maksud untuk membajak buku karya Bung Hatta.

“Dari lubuk hati terdalam saya memohon maaf kepada keluarga Bung Hatta atas kejadian ini. Saya tidak punya maksud lain kecuali karya Bung Hatta yang sangat penting ini dapat dibaca oleh publik,” kata Prastowo di akun X-nya pada Senin (10/6/2024).

Dia menyebut langkahnya mendigitalisasi buku Bung Hatta itu lantaran permintaan dari koleganya. Alasannya, buku yang disebut langka itu dijual dengan harga tinggi di pasaran.

“Sebelumnya banyak rekan yang mendorong untuk didigitalkan. Buku langka ini dijual dengan harga cukup tinggi di pasar buku lawas,” kata Prastowo.

Baca Juga :  Temui Presiden Israel di Tengah Konflik Israel-Palestina, 5 Warga Nahdliyin Bakal Dipanggil PBNU

Tak hanya itu, dia menyebut tak mengkomersialisasi hasil digitalisasi buku itu. Dia menyebut sikapnya itu bagian dari komitmen untuk mendukung literasi.

“Semata untuk pendidikan publik. Saya juga memohon maaf kepada LP3ES karena tidak aware bahwa isi buku ini diterbitkan ulang sebagai bagian buku Karya Lengkap Bung Hatta (2018). Saya sendiri memiliki buku ini meski belum seluruh isi kami cek,” kata dia.

Selain itu, dia juga sudah menghapus dokumen digital buku Bung Hatta itu. Prastowo menyebut akan mempertanggungjawabkan tindakannya tersebut.

“Sebagai warga negara yang patuh pada hukum, tentu saya siap dengan segala konsekuensi yang timbul dari peristiwa ini. Ini adalah murni tanggung jawab saya pribadi,” kata dia.

Buku dengan 44 halaman itu berisi catatan Bung Hatta tentang pemikiran ekonom asal Jerman Karl Marx. Catatan Hatta tentang Karl Marx juga menyoroti para pengikut ekonom itu yang dijuluki Marxis.  

www.tempo.co

 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com