JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Ada Temuan Barang Rusak dan Hilang Hingga Ratusan Miliar, Ini Langkah BKD Boyolali

Salah satu aset milik Pemkab Boyolali | Foto: Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Inventarisasi barang milik daerah (BMD) dilakukan Badan Keuangan Daerah (BKD). Hasilnya? Ditemukan barang dengan kondisi rusak berat senilai Rp 80 miliar. Sedangkan barang hilang mencapai Rp 30 miliar.

“Itu hasil inventarisir per November 2023. BKD tengah menyisir dan menyelesaikan kondisi BMD tersebut,” ujar Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BKD Boyolali Dony Mahendra, Rabu (10/7/2024).

Dijelaskan, upaya menjaga BMD aman terpelihara dilakukan dengan inventarisasi secara real time. Berupa aset tanah, peralatan dan mesin, meja kursi dan lainnya. Termasuk gedung, saluran irigasi sampai aset tidak berwujud.

Dari hasil invertarisir itu, akan diselesaikan bertahap. BMD dengan kondisi tidak layak digunakan akan dihapuskan. Jika masih layak, dia meminta OPD terkait untuk menganggarkan pemeliharaan. Sedangkan barang hilang akan diurus.

Baca Juga :  Kaki Terkilir, Satu Pendaki Gunung Merbabu Dievakuasi. Berat Badan 130 Kg Sulitkan Evakuasi

“Barang hilang dengan mekanisme tuntutan ganti rugi,” ujarnya.

Artinya, jika memang itu akibat kelalaian pengguna barang atau OPD, maka harus ada yang bertanggungjawab untuk mengganti. Tapi kalau tidak ada unsur kelalaian dan lain sebagainya, nanti tergantung rekomendasi majelis tuntutan perbendaharaan dan tuntutan ganti rugi (TPTGR).

“Inovasi inventarisasi real time ini untuk menjamin agar BMD dalam kondisi prima dan siap digunakan untuk pelayanan masyarakat,” lanjut dia.

Diungkapkan, kondisi barang tentunya akan berdampak pada kepuasan layanan. Pihaknya mengaku pernah menerima aduan pelayanan kecamatan.  Ketika dicek ternyata komputer dan printer rusak. “Inikan harus segera diperbaiki.”

Di sisi lain, BMD yang cukup penting berupa aset tanah. Apalagi dengan pergantian pejabat dan pengurus aset, terkadang lupa dengan BMD yang dimiliki. Dikhawatirkan jika aset tanah tak dijaga, bisa dikuasai oknum tidak bertanggungjawab.

Baca Juga :  Kondisinya Membaik, Dua Korban Kebakaran PT Hansol di Boyolali Sudah Dipulangkan dari Rumah Sakit

“Hal itu bisa menyebabkan aset tanah berkurang hingga terjadi sengketa tanah.”

Inventarisasi real time ini diharapkan memudahkan dalam memantau kondisi barang terkini. Proses inventarisir dilakukan dengan meminta tiap OPD untuk mendata secara tertulis. Pengurus barang tiap OPD melaporkan kondisi barang tiap bulannya.

“Lalu dibuatkan kartu inventaris dan ceklis kondisi barang.”

Apakah barangnya ada ditempat atau tidak, kondisi barang seperti apa, keterangannya BMD apakah rusak, hilang atau dalam kondisi baik. Baru dilaporkan ke BKD untuk didata global. Diharapkan data inventarisasi ini bisa go public sehingga masyarakat bisa turut memantau. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com