Beranda Daerah Semarang Hendak Perang Sarung, Pelajar SMP di Getasan Tewas Usai Motor Tabrak Pohon

Hendak Perang Sarung, Pelajar SMP di Getasan Tewas Usai Motor Tabrak Pohon

Ilustrasi mayat | pixabay

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tradisi perang sarung yang kerap dianggap sekadar permainan remaja kembali memakan korban jiwa. Seorang pelajar SMP di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya menabrak pohon saat hendak melarikan diri dari rencana bentrokan dengan kelompok lain.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban sempat mendapatkan pertolongan warga sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh petugas kepolisian.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, polisi menerima laporan dari warga yang menolong korban di lokasi kejadian. Korban sempat menjalani perawatan medis, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Korban dirawat malam itu, namun mengalami gagal napas dan tidak tertolong,” katanya, Rabu (25/2/2026).

Polisi kemudian mengamankan empat remaja yang berada dalam kelompok korban untuk dimintai keterangan di Polres Semarang.

“Ada empat anak dari kelompok korban dan telah dimintai keterangan,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan, peristiwa bermula dari ajakan korban melalui pesan WhatsApp untuk bertemu kelompok lain dalam aksi perang sarung. Seluruh pihak yang terlibat diketahui masih berstatus pelajar SMP.

Baca Juga :  Pajak Kendaraan di Jateng Melonjak, Pemprov Janjikan Diskon 5 Persen hingga 2026  

Sesampainya di lokasi yang telah disepakati, kelompok korban menyadari jumlah lawan lebih banyak. Mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri dan meninggalkan tempat tersebut.

Sepeda motor yang ditumpangi korban dikendarai oleh tiga orang sekaligus tanpa menyalakan lampu. Korban berada di posisi paling depan, di antara jok dan setang, sedangkan dua rekannya berada di belakang.

Dalam kondisi jalan gelap, pengendara kehilangan kendali saat melewati tikungan.

“Keadaan gelap kemudian setelah sampai di tikungan, ternyata yang mengendarai itu tidak belok ke kiri tapi lurus ke depan. Sedangkan di depan itu ada sebuah pohon.”

“Akhirnya nabrak pohon. Korban yang berada di antara jok dan stang itu terjepit.”

“Dari kejadian itu, masyarakat menolog, kemudian dibawa ke RS. Namun, tidak tertolong,” jelasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi hanya menemukan satu sarung yang masih dalam kondisi belum diikat.

Baca Juga :  Pajak Kendaraan di Jateng Melonjak, Pemprov Janjikan Diskon 5 Persen hingga 2026  

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa perang sarung belum sempat berlangsung karena kelompok korban lebih dulu meninggalkan lokasi.

“Keterangan dari teman-teman korban, mereka melihat lebih banyak (kelompok lawan), akhirnya mereka melarikan diri.”

“Dari bukti yang kami ambil, itu hanya kami temukan satu sarung dan kondisinya masih lurus, belum diikat.”

“Mungkin mereka akan melakukan (perang sarung) tapi kalah jumlah sehingga meninggalkan lokasi,” tuturnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.