Beranda Umum Nasional Di Acara Danantara, Prabowo: Jangan Main-main dengan Laporan Palsu

Di Acara Danantara, Prabowo: Jangan Main-main dengan Laporan Palsu

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah sekian lama hanya menerima laporan bagus dari bawahannya, akhirnya Presiden Prabowo Subianto mengingatkan secara terbuka agar para pejabat tidak lagi menyampaikan data yang dimanipulasi atau dibuat sekadar menyenangkan pimpinan. Ia menegaskan tidak ingin lagi menerima laporan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara syukuran satu tahun berdirinya Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Di hadapan jajaran pengelola lembaga tersebut, Prabowo meminta seluruh laporan yang masuk kepadanya disusun secara jujur dan berdasarkan fakta yang benar. Ia bahkan menegaskan tidak akan mentolerir praktik laporan yang dibuat sekadar untuk menyenangkan atasan.

“Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini,” ucap Prabowo.

Pernyataan itu muncul ketika Prabowo menyinggung laporan kinerja Danantara sepanjang tahun terakhir. Berdasarkan data yang diterimanya, lembaga tersebut disebut berhasil meningkatkan return on assets (RoA) hingga 300 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Konflik Iran-AS Picu Lonjakan Harga Minyak, Pemerintah Isyaratkan BBM Bisa Naik

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya berharap angka tersebut benar-benar mencerminkan realitas, bukan hasil rekayasa laporan.

“Saya dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan benar,” kata Prabowo.

Menurut dia, jika data tersebut valid, maka capaian itu dapat menjadi bukti bahwa pembentukan Danantara memiliki dasar yang kuat. Lembaga tersebut, kata Prabowo, dibentuk sebagai wadah untuk mengonsolidasikan berbagai aset negara agar pengelolaannya lebih terarah dan efektif.

Ia menjelaskan bahwa Danantara memikul tanggung jawab besar karena mengelola kekayaan bangsa dalam skala besar. Karena itu, integritas dan akurasi data menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Prabowo juga menilai sistem pengelolaan aset negara akan lebih efektif jika berada dalam satu kendali manajemen yang jelas.

“Bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik kalau tidak di satu kendali, di satu tangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Usul RI Keluar dari BoP, FPI Minta Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo sebelumnya meresmikan pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara pada 24 Februari 2025. Lembaga independen yang berada langsung di bawah presiden itu diberi mandat untuk mengelola sekaligus mengoptimalkan investasi pemerintah, termasuk berbagai aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.