WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana dini hari yang biasanya tenang di Dusun Punung mendadak berubah mencekam. Kobaran api tiba-tiba melahap sebuah warung kelontong milik warga hingga hangus tak tersisa. Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB pada Kamis (12/3/2026) dan langsung membuat warga sekitar panik serta berhamburan menuju lokasi.
Melansir laman resmi Pemkab Wonogiri, Sabtu (14/3/2026), warung yang terbakar diketahui milik pasangan suami istri Triyono dan Suprantini yang berada di RT 1 RW 2, Dusun Punung, Desa Jatirejo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan beserta seluruh isi warung, membuat warga tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan barang-barang di dalamnya.
Kejadian bermula ketika Triyono yang tinggal di rumahnya di RT 2 RW 2 tiba-tiba mendapat kabar mengejutkan dari seorang tetangga. Ia diberitahu bahwa warung miliknya yang berada tidak jauh dari rumahnya telah terbakar hebat. Mendengar kabar tersebut, Triyono bersama warga langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan kondisi warung.
Saat tiba di tempat kejadian, kobaran api sudah membumbung tinggi dari dalam bangunan. Kondisi tersebut membuat warga tidak berani mendekat. Apalagi di dalam warung terdapat beberapa tabung gas elpiji yang dikhawatirkan bisa meledak sewaktu-waktu.
“Apinya sudah besar, kami tidak berani mendekat untuk evakuasi barang,” ujar salah seorang saksi di lokasi kejadian.
Warga hanya bisa menyaksikan api melahap habis bangunan dan seluruh isi warung. Situasi semakin mencekam karena percikan api terus membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya. Kekhawatiran akan ledakan tabung gas membuat warga memilih menunggu hingga intensitas api mulai menurun.
Setelah kobaran api sedikit mereda, warga akhirnya memberanikan diri melakukan upaya pemadaman secara manual. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu memadamkan api bersama relawan serta aparat dari Koramil 09 Giritontro dan Polsek Giritontro. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sudah terlanjur menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan.
Kerja sama warga dan aparat akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sebelum api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Meski demikian, warung kelontong tersebut sudah dalam kondisi hangus total.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan pendek arus listrik yang terjadi di dalam warung. Percikan listrik tersebut diduga memicu api yang kemudian dengan cepat membesar karena banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar.
Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun kerugian materiil yang dialami pemilik warung cukup besar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp76.550.000.
Selain bangunan dan barang dagangan, sejumlah dokumen penting milik pemilik warung juga ikut hangus terbakar. Dokumen yang tidak sempat diselamatkan antara lain:
✓ 1 lembar Ijazah SMEA
✓ 2 lembar Kartu Keluarga (KK)
✓ 2 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP)
✓ 5 buah Kartu Indonesia Sehat (KIS)
Kebakaran yang terjadi menjelang waktu sahur ini membuat warga sekitar ikut prihatin dengan musibah yang dialami keluarga Triyono dan Suprantini. Banyak warga yang datang untuk membantu proses pembersihan sisa kebakaran serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Peristiwa ini juga langsung mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Camat Giritontro Sangga Ota Kharisma bersama Kepala Desa Jatirejo Sutarno datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pascakebakaran sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga yang terdampak.
Pemerintah kecamatan juga segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, mulai dari Satpol PP, Damkar hingga BPBD Kabupaten Wonogiri untuk penanganan lanjutan. Bantuan logistik dari BPBD Kabupaten Wonogiri juga telah disalurkan kepada keluarga korban guna membantu kebutuhan sementara.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Giritontro mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak layak pakai.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada dan memeriksa kondisi kelistrikan di rumah maupun tempat usaha secara berkala,” ujar Sangga.
Musibah kebakaran ini menjadi pelajaran penting bagi warga sekitar bahwa bahaya korsleting listrik bisa terjadi kapan saja, terutama pada bangunan yang memiliki banyak peralatan elektronik dan instalasi listrik yang tidak rutin diperiksa.
Sementara itu, warga Dusun Punung kini masih membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa. Warung yang sebelumnya menjadi tempat mencari nafkah bagi keluarga Triyono kini hanya menyisakan rangka bangunan yang hangus. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















