Beranda Daerah Solo Poster Dosen ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki

Poster Dosen ISI Surakarta Tembus Pameran Internasional di Turki

Dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso dan karyanya yang lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” di Kütahya Dumlupınar University, Faculty of Fine Arts, Turki | Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik dan desain grafis. Salah satu dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta, Basnendar Herry Prilosadoso, berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional.

Karya poster yang dirancangnya lolos kurasi dan dipamerkan dalam ajang International Poster Exhibition “Akif Wrote, We Visualize II” yang diselenggarakan oleh Kütahya Dumlupınar University, Faculty of Fine Arts, Turki. Pameran tersebut resmi dibuka secara daring mulai 12 Maret 2026.

Ajang tahunan ini mengangkat tema dari Istiklal Marşı atau lagu kebangsaan Turki, yang tidak hanya dipandang sebagai karya sastra, tetapi juga simbol kuat perjuangan, memori kolektif, nilai nasional, serta kesinambungan sejarah bangsa Turki.

Dalam pameran tersebut, sebanyak 40 desainer dari 21 negara turut ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Irak, Uruguay, Turki, Amerika Serikat, Taiwan, China, Palestina, Belarus, Korea Utara, dan sejumlah negara lainnya.

Baca Juga :  Semarak Ramadan, Yayasan Amal Sahabat Surakarta Siapkan 3.000 Paket Sembako untuk Warga

Pameran ini bertujuan mengubah warisan sastra karya Mehmet Akif Ersoy menjadi narasi visual melalui desain grafis dan seni poster. Para desainer diberi ruang untuk menghadirkan interpretasi baru dari perspektif masing-masing.

Basnendar menghadirkan karya poster berukuran A3 yang menampilkan wajah Mehmet Akif Ersoy dengan perpaduan warna-warna dinamis. Visual tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjuangan bangsa Turki dalam meraih kemerdekaan dan kebebasan.

Dalam keterangannya, Basnendar menyebut bahwa proses perancangan karya dilakukan secara digital dengan pendekatan simbolik. Ia ingin menghadirkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan yang terkandung dalam Istiklal Marşı.

“Lolos kurasi dan bisa dipamerkan dalam ajang internasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Murid SMP Marsudirini Solo Diajak Bikin Cerita Segampang Bikin Mie

Keikutsertaan ini sekaligus membuka peluang jejaring global bagi para desainer, termasuk dari Indonesia, untuk terus berinteraksi dan berkembang di tingkat dunia. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.