Beranda Daerah Wonogiri 97 SPBU Listrik Siap Dibangun di Wonogiri, Betal Jadi Titik Awal SPKLU,...

97 SPBU Listrik Siap Dibangun di Wonogiri, Betal Jadi Titik Awal SPKLU, Mobil Motor Gaspol Tanpa BBM

Sepeda listrik
Ilustrasi charging sepeda listrik. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wonogiri mulai masuk babak baru. Bukan lagi sekadar wacana, tapi langsung tancap gas: 97 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)—yang juga dikenal sebagai SPBU listrik, charging station, stasiun cas mobil listrik, hingga pom bensin listrik—dipastikan bakal dibangun di seluruh wilayah.

Langkah besar ini mulai terlihat nyata saat Kecamatan Nguntoronadi alias Betal didatangi tim survei Dinas Perhubungan pada Senin (20/4/2026). Mereka turun langsung mengecek lokasi yang sudah diplot sebagai titik pemasangan SPKLU eksklusif VinFast.

Proyek ini bukan kaleng-kaleng. Ini hasil kerja sama antara VinFast Indonesia melalui PT VGreen dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Targetnya jelas: membangun ekosistem kendaraan listrik secara masif di daerah.

Kepala BPKAD Wonogiri, Moch. Chozinuddin Holil, buka suara soal skema kerja sama ini.

“Pemda hanya menyediakan lahannya. Untuk mesin charger, konstruksi, instalasi listrik, hingga kebutuhan internet menjadi tanggung jawab PT VGreen,” ujarnya.

Artinya, pemerintah daerah tidak keluar biaya besar untuk infrastruktur inti. Modelnya sewa lahan—praktis tapi tetap strategis.

Yang bikin makin panas, pembangunan SPKLU ini dikaitkan langsung dengan kondisi global. Holil menegaskan, langkah ini sejalan dengan arah kebijakan nasional soal kemandirian energi. Di tengah gonjang-ganjing energi fosil akibat konflik Timur Tengah, kendaraan listrik diposisikan sebagai solusi konkret.

Baca Juga :  Detik-detik Pohon Raksasa di Wonogiri Terancam Tumbang, 9 Batang di Eromoko Masuk Status Darurat!

Di Nguntoronadi sendiri, SPKLU yang akan dipasang bukan tipe biasa. Tim survei memastikan akan digunakan DC20 fast charging, teknologi pengisian cepat yang bikin mobil listrik tidak perlu nunggu lama.

Berikut spesifikasi teknis yang disiapkan:
✓ Input: 400 VAC, 50/60 Hz, 3 Phase, N+PE
✓ Daya input: 21 kW, arus 32A
✓ Output: 150–1000 VDC
✓ Daya output: 20 kW, arus 55A
✓ Ukuran: Tinggi 490 x Lebar 740 x Kedalaman 396 mm
✓ Berat: Kurang dari 100 Kg
✓ Panjang kabel: ±6 meter

Sekretaris Daerah Wonogiri, FX Pranata, tidak menutup mata. Ia mendukung penuh, tapi tetap pasang rem agar tidak gegabah.

“Kontur geografis Wonogiri tergolong ekstrem, sehingga kendaraan listrik yang akan dibeli harus lolos uji kelayakan terlebih dahulu,” jelasnya.

Ini penting. Jangan sampai infrastruktur sudah siap, tapi kendaraan tidak kuat menghadapi medan Wonogiri yang dikenal naik-turun ekstrem.

Baca Juga :  1 Tewas 4 Terluka di Pendem Giritontro Wonogiri, Bangunan Roboh Timpa Warga yang Kerja Bakti

Sementara itu, Camat Nguntoronadi Endrijo Rahardjo menyambut proyek ini tanpa ragu.

“Kami siap mendukung. Lokasi yang ditinjau hari ini sudah sesuai kriteria teknis dan mudah dijangkau warga,” ucapnya.

Tahapan berikutnya tinggal menunggu finalisasi sewa lahan dan langsung masuk konstruksi. Begitu proyek ini jalan, Wonogiri bukan cuma ikut tren—tapi bisa jadi pelopor daerah dalam transisi energi bersih di Indonesia.

Kalau 97 SPKLU ini benar-benar terealisasi, satu hal pasti: era isi bensin pelan-pelan bakal digeser oleh era colok listrik di jalanan Wonogiri. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.