Beranda Umum Nasional Airlangga Klaim Pengangguran Turun, Data BPS Tunjukkan Penurunan Tipis

Airlangga Klaim Pengangguran Turun, Data BPS Tunjukkan Penurunan Tipis

Airlangga Hartarto | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Klaim pemerintah soal membaiknya kondisi ketenagakerjaan kembali menjadi sorotan. Di tengah optimisme tersebut, data resmi justru menunjukkan bahwa penurunan angka pengangguran terjadi, namun dalam skala yang relatif terbatas dan belum sepenuhnya mencerminkan kualitas pekerjaan yang ideal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa memasuki triwulan II tahun 2026, kondisi ekonomi nasional berada dalam tren positif. Ia menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan perbaikan, termasuk tingkat pengangguran.

“Gini ratio kita turun, unemployment (pengangguran) kita juga turun, dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” ujarnya dalam forum diskusi di Universitas Gadjah Mada, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengklaim angka kemiskinan menurun hingga 8,25 persen. Stabilitas inflasi, surplus perdagangan yang telah berlangsung selama puluhan bulan, serta tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi disebut menjadi fondasi penguatan ekonomi.

Baca Juga :  Gencatan Senjata Berlaku, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz

Namun, jika menilik data resmi dari Badan Pusat Statistik, gambaran kondisi ketenagakerjaan tidak sepenuhnya seoptimistis itu.

Per November 2025, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 7,36 juta orang dari total angkatan kerja sekitar 155,27 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,74 persen.

Secara tren, memang terdapat penurunan jika dibandingkan periode Agustus 2025 yang mencatat 7,46 juta pengangguran. Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah pengangguran juga sedikit berkurang dari 7,47 juta orang.

Meski demikian, penurunan tersebut tergolong tipis dan belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan kualitas lapangan kerja. Pasalnya, tidak semua tambahan tenaga kerja terserap dalam pekerjaan penuh.

Data BPS menunjukkan bahwa pada November 2025, sekitar 67,94 persen penduduk bekerja merupakan pekerja penuh. Sementara itu, sisanya sebesar 32,06 persen masih tergolong pekerja tidak penuh, yang umumnya memiliki jam kerja terbatas atau produktivitas yang belum optimal.

Baca Juga :  Dramatis, Anwar Usman Pingsan Usai Prosesi Purnabakti

Kondisi ini mengindikasikan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Indonesia tidak hanya soal menurunkan angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas pekerjaan yang tersedia.

Dengan demikian, meski indikator makro menunjukkan tren positif, perbaikan di sektor ketenagakerjaan masih menyisakan pekerjaan rumah besar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang layak, stabil, dan berkelanjutan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.