Beranda Daerah Wonogiri Detik-detik Pohon Raksasa di Wonogiri Terancam Tumbang, 9 Batang di Eromoko Masuk...

Detik-detik Pohon Raksasa di Wonogiri Terancam Tumbang, 9 Batang di Eromoko Masuk Status Darurat!

Tumbang
Ilustrasi pohon terancam tumbang. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman nyata mengintai pengguna jalan di kawasan Hutan Lindung RPH Eromoko Wonogiri. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Wonogiri bersama tim gabungan turun langsung ke lapangan, Rabu (15/4/2026), menyusul laporan pohon-pohon besar yang kondisinya sudah mengkhawatirkan—miring, keropos, bahkan sebagian mati.

Pemeriksaan difokuskan di Petak 63-3 Desa Tempurharjo, Kecamatan Eromoko Wonogiri. Kawasan ini bukan sekadar hutan biasa, melainkan jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat, sehingga potensi bahaya dari pohon tumbang tidak bisa dianggap sepele.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengungkapkan hasil temuan di lapangan cukup mengejutkan. Sedikitnya ada sembilan pohon berukuran besar—terdiri dari enam pohon jati dan tiga pohon sono—dengan diameter mencapai 170 cm yang kini berada dalam kondisi kritis dan rawan tumbang sewaktu-waktu.

“Berdasarkan hasil koordinasi, terdapat sembilan pohon yang terdiri dari enam pohon jati dan tiga pohon sono dengan diameter lingkar mencapai 170 cm. Kondisinya sangat riskan bagi pengguna jalan karena sudah condong dan sebagian mulai mati,” jelasnya.

Baca Juga :  Land of Dawn!Turnamen ML Wonogiri 2026, 32 Tim Bertarung, Ini Daftar Juaranya

Situasi menjadi semakin kompleks karena lokasi tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang secara aturan tidak boleh ditebang sembarangan. Namun kondisi darurat membuat tim gabungan yang melibatkan Perum Perhutani, Dinas Kehutanan, TNI, Polri, hingga pemerintah kecamatan dan desa harus mengambil langkah tegas demi keselamatan publik.

Keputusan pun diambil: penebangan terbatas akan dilakukan hanya pada pohon-pohon yang benar-benar berisiko tinggi. Langkah ini bukan tanpa konsekuensi, karena sebagai gantinya akan dilakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman kembali minimal 18 hingga 40 bibit pohon baru di lokasi yang sama guna menjaga keseimbangan ekosistem.

Langkah cepat ini merupakan hasil koordinasi intensif antara berbagai pihak, termasuk melalui permohonan resmi dari Asper KPH Baturetno dan Administratur KKPH Surakarta. Respons ini menunjukkan keseriusan penanganan potensi bencana di wilayah Wonogiri yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga :  Gegerrr! Sepeda Ratusan Juta Dipakai Gubernur Jateng Buat Kampanye Penghematan, Publik Heboh Fakta LHKPN Ahmad Luthfi Ikut Disorot

Di sisi lain, BPBD Wonogiri juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintasi kawasan hutan, terutama ketika cuaca ekstrem melanda. Jika menemukan pohon dengan kondisi mencurigakan atau berpotensi membahayakan, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal resmi agar bisa segera ditindaklanjuti. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.