Beranda Umum Nasional Pemerintah Cari 30.000 Manajer Kopdes, Dijanjikan Jadi Pegawai BUMN

Pemerintah Cari 30.000 Manajer Kopdes, Dijanjikan Jadi Pegawai BUMN

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah sorotan publik soal transparansi rekrutmen program pemerintah, peluang besar justru datang dari sektor desa. Pemerintah resmi membuka lowongan besar-besaran untuk 30.000 posisi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dengan janji seleksi dilakukan tanpa “jalur belakang”.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan proses rekrutmen akan berlangsung terbuka dan bebas intervensi pihak mana pun. Pendaftaran telah dibuka sejak 15 April dan akan ditutup pada 24 April 2026.

 

“Jadi, tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan,” kata Zulhas.

Ia bahkan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari proses seleksi tersebut.

“Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong,” tegasnya.

Rekrutmen ini ditujukan untuk mengisi posisi strategis dalam program Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi modern. Para manajer terpilih nantinya disebut akan diarahkan menjadi bagian dari ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga :  Dunia Waspada Covid-19 Cicada, UGM: Jangan Sampai Indonesia Kecolongan

Untuk mengikuti seleksi, pelamar dapat mengakses laman resmi pendaftaran di phtc.panselnas.go.id. Berdasarkan informasi dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia, terdapat sejumlah persyaratan dasar yang harus dipenuhi, di antaranya minimal lulusan D3 dengan IPK sekurang-kurangnya 2,75 serta berusia maksimal 35 tahun.

Pemerintah juga menegaskan seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri dirancang sebagai tulang punggung ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari penyediaan pangan, logistik, simpan pinjam, hingga layanan kesehatan dan distribusi energi. Selain itu, koperasi ini juga diharapkan mampu memperkuat pelaku UMKM, memperluas akses pasar bagi petani dan nelayan, serta mendorong digitalisasi transaksi di tingkat desa.

Dengan konsep multifungsi dan dukungan lintas kementerian serta BUMN, KDMP diproyeksikan menjadi model koperasi modern yang menggabungkan semangat gotong royong dengan sistem bisnis kekinian.

Baca Juga :  Bahlil Tegaskan Impor Minyak Rusia Tak Ganggu Hubungan dengan AS

“Kepada putra-putri terbaik Indonesia, inilah saatnya mengambil bagian nyata. Negara memanggil saudara-saudara sekalian untuk hadir di desa, di kelurahan,” ujar Zulhas.

Namun demikian, publik tetap menaruh perhatian pada implementasi di lapangan, terutama terkait komitmen pemerintah dalam menjaga proses seleksi tetap transparan dan benar-benar menjaring kandidat terbaik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.